Clarion Membuat Kendari Berkilau

Teluk Kendari makin mempesona dengan kehadiran gedung-gedung tinggi menjulang di sekitarnya. Hotel Grand Clarion dengan latar depan perairan teluk yang tenang tak beriak. Foto Yamin Indas

DESEMBER yang indah bagi Kota Kendari. Ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut ketambahan sebuah hotel berbintang empat yang ditandai dengan pembukaan (soft opening) Grand Clarion, Kamis tanggal 12 Desember 2013. Maka kehadiran hotel megah di tepi Teluk Kendari  membuat kota itu makin berkilau. Pesona teluk pun bertambah eksotik terutama di waktu malam.

       Dengan demikian, Kendari sebagai salah satu destinasi wisata di Sulawesi Tenggara, kini telah memiliki dua hotel bintang empat (****), sejumlah hotel bintang tiga (***) dan bintang dua(**). Swissbel-Hotel (****) telah beroperasi sejak 2-3 tahun terakhir. Hotel ini juga berdiri anggun di depan Teluk Kendari, sebuah laguna yang menjadi landmark Kota Kendari.

       Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam telah membuat desain pendayagunaan Teluk Kendari yang akan memadukan keindahan alam teluk dengan beragam pesona sumber daya buatan. Konsep pengembangan teluk itu disebutnya Revitalisasi Teluk Kendari. Beragam pesona sumber daya buatan antara lain dalam bentuk bangunan hotel megah yang sekarang mulai tumbuh, sebuah jembatan yang akan melintas di atas teluk, sebuah masjid yang akan tampak seperti terapung di atas perairan teluk.

       Hotel Grand Clarion saat ini tampak lebih glamour di depan teluk yang mirip waduk raksasa itu. Hotel ini menjulang hingga ke puncak bangunan di lantai 15. Seperti dijelaskan Lady Diana, Sales Marketing Manager Grand Clarion, hotel ini memiliki 258 kamar. Tentu ada kelas-kelasnya, semisal president suite, ambassador suite, executive suite, junior suite, dan lain-lain. Kamar kelas superior lebih banyak, 208 kamar.

       Grand Clarion Kendari di bibir teluk, tepatnya Jalan Bypass Kendari memiliki fasilitas publik Pinisi Ballroom berkapasitas 3.000 orang untuk standing party. Jika digunakan sebagai convention hall  bisa menampung sampai 2.500 peserta. “Karena itu, Kendari sekarang sudah bisa menyelenggarakan konferensi berskala besar, nasional dan internasional. Tidak lagi harus di Makassar”, ujar Lady.

       Hotel tersebut juga memiliki kolam renang di lantai tiga, restoran di lantai dua yang menyediakan makanan China dan Jepang. Adapun sarana hiburan seperti spa, karaoke, dan live music, akan disediakan belakangan setelah seluruh kamar siap pakai.

       Grand Clarion dibangun seorang pengusaha hotel ternama di Makassar, bekerja sama dengan pengusaha properti di Kendari. Nama hotel di Jl Andi Petarani itu sama: Grand Clarion. Hanya dia lebih besar sesuai kondisi Makassar sebagai kota dagang terbesar di kawasan timur Indonesia. Grand Clarion Makassar berkapasitas 585 kamar.

       Pembangunan Grand Clarion di Kendari merupakan hasil kegigihan Gubernur Nur Alam melobi investor Makassar itu. Gubernur Sultra tersebut dikenal sebagai petarung dalam rangka kepentingan pembangunan daerahnya. Sebelumnya, dia telah berhasil menggaet James Riady untuk membangun pasar modern Lippo Plaza Kendari. Pimpinan Lippo Group tersebut adalah sahabat Presiden AS ke-42 Bill Clinton. Dia salah satu penyandang dana kampanye untuk mengantarkan mantan Gubernur Arkansas itu ke Gedung Putih.

       Masih banyak obsesi yang ingin diwujudkannya sebelum pensiun dari jabatannya sebagai Gubernur Sultra. Antara lain pembangunan industri nikel yang memproduksi stainless steel dan ekstraksi aspal Buton menjadi  bahan bakar minyak solar. Aspal alam Pulau Buton adalah kekayaan alam terbesar di dunia yang belum didayagunakan secara optimal.

       Adapun jembatan teluk dan Masjid Al A’lam di Kota Kendari,  Nur Alam optimistis akan segera terwujud pembangunannya. Kendari yang semula menjadi kota administratif, diresmikan menjadi kotamadya pada tahun 1995. Kota berpenduduk kurang lebih 260.000 jiwa itu saat ini dipimpin Walikota Asrun, alumni sebuah pendidikan tinggi ternama di Sydney, Australia, untuk jenjang S2.

       Kota Kendari kini berada pada jalur penerbangan langsung ke Jakarta dan sebaliknya, setiap hari. Bandara Haluoleo hanya sekitar 20 km dari pusat kota.  Bandara ini melayani 10 sampai 11 kali penerbangan dalam sehari. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>