Tajuk Rencana

Dana Pinjaman Untuk Infrastruktur

 

       BANYAK jalan ke Roma. Banyak cara Nur Alam untuk meraih prestasi. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ternyata jauh dari cukup untuk menolong sebagian rakyat Sulawesi Tenggara yang masih kesulitan prasarana jalan dan transportasi.

       Solusi yang terpaksa ditempuh Gubernur Sulawesi Tenggara tersebut adalah dengan cara meminjam dana pemerintah di luar struktur APBN. Ada memang lembaga tempat meminjam. Namanya PIP, Pusat Investasi Pemerintah. Lembaga ini berada di bawah Kementerian Keuangan.

       Hari Jumat tanggal 6 Desember 2013 agak istimewa. Gubernur Nur Alam memerintahkan stafnya menyiapkan tempat pelaksanaan shalat Jumat di terminal Bandara Haluoleo Kendari. Lokasinya di lantai dua bangunan ruang tunggu VIP. Di situ Gubernur Nur Alam  bersama Kepala Pusat PIP Soritaon Siregar melaksanakan shalat Jumat. Tentu saja diikuti sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah  dan rombongan Soritaon dari Jakarta.

       Seusai ibadah tersebut acara pokok dilaksanakan. Penandatanganan perjanjian pinjaman antara PIP dan Pemprov Sultra. Tentu saja yang membubuhkan tanda tangan adalah Nur Alam dan Soritaon Siregar.

       Peristiwa Jumat pekan lalu sebetulnya merupakan kelanjutan dari dua kejadian serupa sebelumnya. Gubernur Nur Alam agaknya dinilai sebagai kreditor atau relasi yang baik dan terpercaya oleh PIP. Dua penandatanganan perjanjian pinjaman sebeleumnya adalah untuk pembangunan rumah sakit Bahteramas yang bangunannya berdiri megah di ruas jalan menuju Bandara Haluoleo, dan peningkatan kualitas jalan di  beberapa ruas dalam wilayah Sultra.

       Kini dipercaya lagi untuk meminjam bagi peningkatan kualitas jalan. Pinjaman kali ini sebesar Rp 30 miliar  bagi sembilamn ruas jalan tersebar di Sultra, termasuk untuk membuka isolasi daerah terpencil di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana. Sedangkan pinjaman sebelumnya mencapai Rp 170 miliar untuk tiga ruas jalan bernilai strategis.

       Ditambah pinjaman untuk pembangunan RS Bahteramas sebesar Rp 190 miliar, maka total pinjaman Pemprov Sultra dewasa ini tercatat Rp 390 miliar. Besarnya pinjaman tersebut tidak ada artinya dibanding besaran APBD Sultra setiap tahun. Untuk tahun 2014 saja besaran itu direncanakan Rp 2 trilyun. Di dalamnnya termasuk dana yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 600 miliar. Dalam perjanjian pinjaman memang tidak secara eksplisit  disebut APBD sebagai jaminan atau borg. Namun, kedua pejabat sebagai pimpinan lembaga yakni Nur Alam dan Soritaon Siregar niscaya tidak  berani membuat perjanjian pinjaman tanpa melihat fakta dan prospek APBD tersebut.

       Kita tidak bisa lain kecuali mengapresiasi kreativitas Gubernur Nur Alam dalam upayanya mempercepat terwujudnya kemajuan Sultra. Meminjam dana untuk pembangunan infrastruktur seperti prasarana jalan  adalah jalan pintas atau terobosan untuk mengatasi kebutuhan rakyat yang sangat mendesak di bidang kelancaran transportasi.

       Di Sultra terdapat sekitar 9.000 sampai 10.000 km panjang jalan, terdiri atas jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten. Sekitar 50 persen lebih dalam kondisi rusak karena tanpa pemeliharaan secara kontinyu. Akibatnya, mobilitas barang maupun orang mengalami hambatan. Persoalannya  bukan saja faktor kondisi jalan jelek sehingga perjalanan membutuhkan waktu lama dan melelahkan tetapi juga biaya angkut barang dan orang nyaris tak terjangkau.

       Di Beberapa daerah kita mencatat, ongkos angkut hasil pertanian lebih mahal dari  nilai barangnya sendiri. Dalam situasi seperti itu jangan kita bicara teoritis pertumbuhan ekonomi. Sebab faktanya, justru stagnasilah yang terjadi.

       Karena itu, terobosan Gubernur Nur Alam harus dihargai.  Bukan hanya itu. Langkah itu patut dicontoh para bupati/walikota, karena merekalah sebenarnya yang lebih dekat dengan rakyat yang senantiasa menjadi perhatian gubernur. ****

==================================================

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>