Khutbah Ied2012: Dubutuhkan Pemimpin Berintegritas

       Obsesi Nur Alam adalah menyatu dengan dan atau  mempersatukan rakyat Sulawesi Tenggara yang beragam etnis, budaya, dan kondisi geografi. Seremoni dan perayaan hari ulang tahun (HUT) provinsi yang sejak awal selalu dipusatkan di Kendari (ibu kota provinsi) dialihkan secara bergilir ke kota-kota kabupaten. Gubernur Sulawesi Tenggara itu juga selalu hadir di kota-kota tersebut pada setiap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha untuk berperan sebagai khatib shalat-shalat tersebut.

       Pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H/19 Agustus 2012 M, Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2008-2013 itu berkhutbah di Masjid Raya Unaaha, Kabupaten Konawe. Ada seribuan umat Islam tumpah hingga meluap ke halaman masjid megah itu. Pembangunan masjid ini dirintis di era mendiang Ir H Alala sebagai Gubernur Sultra.

       Melalui khutbahnya berjudul Cahaya Ramadhan Menuntun Melestarikan Kemenangan,    Nur Alam mengajak umat Islam untuk melestarikan kemenangan yang telah diraih dalam bulan suci Ramadhan, antara lain kemenangan memperoleh rahmat dan ampunan dosa dari Allah Swt, kemenangan mengendalikan hawa nafsu, dan kemenangan mendapatkan berbagai kebajikan lainnya. “Ujian dan tantangan terhadap kemenangan tersebut, akan terasa dan terlihat pada pasca Ramadhan”, ujar Gubernur Sultra mengingatkan.

        Tema khutbah tersebut sebetulnya mengisyaratkan sebuah motivasi untuk meluaskan pandangan dan cakrawala berpikir umat Islam dan rakyat Sultra umumnya agar secara jujur melihat dan menghargai berbagai kemenangan dalam pelaksanaan pembangunan selama ini. Prestasi tersebut pada hakikatnya adalah kebajikan dan kesalehan sosial yang memberi makna keberagamaan kita.

       Nur Alam juga berbicara soal syarat atau kriteria pemimpin yang mampu mengantarkan rakyat Sultra mencapai kondisi sejahtera dan tercerahkan. Ini tujuan pembangunan yang harus diwujudkan. Untuk mewujudkan itu, katanya, dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki integritas, visioner, cerdas, energik, tegas, kreatif, bijaksana, memiliki jaringan kerja yang luas serta berwawasan keagamaan. Selain itu dia juga harus mengenal negerinya dan juga dirinya sendiri.

       Menutup khutbahnya Nur Alam memanjatkan untaian doa kepada Allah Swt, antara lain: “Allahumma ya Rahman, curahkan rahmat-Mu kepada segenap warga masyarakat Sultra agar mereka senantiasa hidup dalam kedamaian, sejahtera, bahagia lahir batin dan pandai bersyukur”.

       Di Kota Unaaha sehari sebelumnya, Gubernur Nur Alam menutup Safari Ramadhan 1433 H/2012 M. Berbaju kaos biru kombinasi celana krem, Gubernur Sultra itu disambut 2.000-an unit angkutan ojek (sepeda motor) yang berkonvoi melalui rute jalan sekitar satu kilometer hingga ke rumah adat Tolaki di Arombu. Dia pun membaur dan larut dalam konvoi tersebut dengan mengendarai motor gede miliknya sendiri yang diangkut dari Kendari. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>