Saatnya Kolaka Berbenah

    

Kantor Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara. Kantor ini dibangun di era Bupati Adel Berty dengan anggaran dari APBD Kolaka.

KOLAKA memiliki bupati baru. Wakil Bupati Amir Sahaka (60) diberi tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan pemerintahan di kabupaten berpenduduk 321.506 jiwa itu, sebagaimana layaknya seorang bupati. Adapun Buhari Matta telah diberhentikan sementara dari jabatan itu hingga perkara korupsi yang membelitnya mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap.

       Waktu bagi Amir memang sangat pendek. Sebab masa jabatan pasangan ini (Buhari Matta/Amir Sahaka) akan berakhir bulan Januari 2014. Namun, singkatnya waktu justru menjadi ujian apakah pejabat bupati mampu melakukan langkah-langkah pembenahan aparat birokrasi dan sekaligus juga menemukan platform pembangunan yang lebih berorientasi kepada penguatan ekonomi rakyat.

       Jawabannya pasti bisa, asal sikap eksklusifis otonomi dibuang jauh. Amir Sahaka harus selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan gubernur selaku wakil pemerintah. Gubernur  Nur Alam pasti akan memberikan yang terbaik bagi rakyat Kolaka. Dia pasti mendukung program penguatan ekonomi yang telah dirintis rakyat Kolaka sejak lama, seperti perkebunan, pertanian tanaman pangan, pemanfaatan potensi lahan-lahan tambak, dan perikanan.

       Rabu pagi yang cerah (10 April 2013) membuat Kota Kolaka ikut bercahaya. Aktivitas warga berjalan seperti biasa. Hanya di kompleks gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kolaka terlihat konsentrasi petugas keamanan Polri dan sejumlah personel TNI-AD.  Pasalnya, di kompleks tersebut ada acara penting: Penyerahan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pemberhentian Sementara Bupati Kolaka Buhari Matta dan Penunjukan Wakil Bupati Amir Sahaka untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab Penyelenggaraan Pemerintahan di Kolaka. Penyerahan keputusan Mendagri dilakukan Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam SE MSi.

       Kehadiran Gubernur Nur Alam di gedung DPRD Kolaka juga menarik perhatian masyarakat. Ia menggunakan kendaraan taktis Polri versi APC (Atrial Premature Complex). Ikut mendampingi gubernur di dalam kendaraan lapis baja itu  Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen (Pol) Ngadino, Kepala Badan Intelijen Nasional (Ka BIN) Daerah Brigjen TNI Taufik Hidayat, Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel (Inf) MS Fadhilah. “Jangan diartikan bahwa Kolaka dalam situasi huru hara. Saya hanya ingin menikmati kendaraan milik Brimob Polda Sultra yang masih baru itu”, kata Nur Alam saat menyampaikan sambutan di acara tersebut.

Gubernur Nur Alam dikerubut awak media seusai menyerahkan surat keputusan Mendagri tentang penunjukan Wakil Bupati Amir Sahaka sebagai Pejabat Bupati Kolaka, Rabu 10 April 2013, di gedung DPRD Kolaka.

       Pengamanan ketat adalah tindakan tepat dari pihak Polri dan TNI. Jadi Gubernur Nur Alam sebetulnya tidak sedang bermain akrobat. Dia tidak mau kecolongan. Sebab peristiwa serupa, yaitu penggantian bupati Kolaka di tengah jalan kurang lebih 10 tahun silam  gagal dilaksanakan karena dihalangi massa pendukung bupati yang akan dilengserkan. Petugas keamanan waktu itu seperti tak berdaya. Namun, boleh jadi terjadinya masalah itu akibat kurangnya koordinasi dengan pihak terkait  di tingkat provinsi dalam hal ini forum Muspida.

       Waktu itu Adel Berty sebetulnya telah menyatakan mengundurkan diri dari jabatan bupati Kolaka menyusul pengajuan dirinya sebagai bakal calon Gubernur Sultra periode 2002-2007. Pengunduran diri itu disahkan Menteri Dalam Negeri dan sekaligus diangkat pula Buhari Matta sebagai Pejabat Bupati Kolaka. Namun, ketika Gubernur La Ode Kaimoeddin hendak melantik Buhari di kantor Bupati Kolaka, kantor itu masih diduduki Adel Berty dan para pendukungnya. Ratusan tukang ojek juga menutup gerbang masuk halaman kantor bupati.

       Alhasil, gubernur bersama rombongan kembali ke Kendari. Buhari Matta pun dilantik di rumah jabatan gubernur. Keberuntungan rupanya sedang berpihak kepada Asisten II Setwilda Sulawesi Tenggara tersebut. Dia kemudian terpilih sebagai Bupati Kolaka hingga dua periode. Menjelang berakhirnya masa jabatan periode kedua, Buhari tersandung kasus korupsi penjualan nikel yang menimbulkan kerugian negara puluhan miliar.

Pejabat Bupati Kolaka bertukar nomor handphone dengan Ka-BIN Daerah Brigjen TNI Tauf Hidayat di Kolaka, 10 April 2013.

Setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Buhari diberhentikan sementara dan digantikan wakilnya Amir Sahaka.  Di antara mantan Bupati Kolaka yang hadir menyaksikan penyerahan surat keputusan Mendagri tentang penggantian bupati di tengah jalan tampak Drs H Adel Berty MSi. Mantan ini baru saja juga menjalani hukuman penjara karena terkait kasus korupsi di saat dia menjabat Bupati Kolaka.

       Gubernur Nur Alam memiliki catatan tersendiri terhadap keadaan di Kolaka di bawah kepemimpinan Buhari Matta. Konflik di antara keduanya sulit dihindarkan, dan situasi makin meruncing ketika Buhari maju bersaing dengan Nur Alam dalam Pilkada Sultra tahun 2012. Bila mengadakan kunjungan kerja ke Kolaka, Gubernur Nur Alam kurang mendapatkan sambutan semestinya. Banyak pejabat menghindar, termasuk kepala desa dan lurah. Satu-satunya pejabat yang setia menyambut gubernur adalah Wakil Bupati Amir Sahaka.

       Namun demikian, Gubernur Nur Alam tetap melindungi Buhari Matta. Dalam sambutannya saat menyerahkan surat keputusan Mendagri kepada Amir Sahaka, Nur Alam mengatakan bahwa kasus yang menimpa Buhari Matta lebih disebabkan kesalahan staf yang bermental ABS (asal bapak senang). “Dia (Buhari Matta) terjebak kasus yang menyeret dirinya ke pengadilan disebabkan perbuatan kalian yang tidak memberi pertimbangan yang benar”, kata Nur Alam dengan suara agak bergetar di depan ratusan aparat pemerintah yang memenuhi gedung DPRD Kolaka, termasuk  tokoh dan warga masyarakat.

       Selanjutnya Gubernur Nur Alam mengingatkan bahwa Buhari Matta tidak akan sendirian menjalani proses hukum terkait kasus korupsi hasil penjualan bijih nikel berkadar rendah. Beberapa staf yang berperan sebagai pembantu pelaku, atau boleh jadi bahkan menjadi otak kasus tersebut, dalam waktu tidak lama akan mengikuti jejak Buhari Matta.

       Ihwal penggantian Bupati Kolaka di tengah jalan Gubernur Nur Alam menyebut, ada juga pihak-pihak yang mengail di air keruh.  Menganggap peristiwa ini sebagai rekayasa politik sehingga mereka membuat keonaran, membuat pernyataan provakatif melalui media untuk mengadu domba masyarakat Kolaka. Bila tindakan pihak-pihak tadi sampai mengganggu keamanan dan ketertiban, maka gubernur akan melibatkan TNI dan Polri untuk mengatasinya. ***

                              ============

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>