MENYEMAI BIBIT ENTREPRENEURSHIP

OLEH YAMIN INDAS

ENTREPRENEUR telah diindonesiakan Abdul Latief menjadi enterpreneur. Dalam bukunya “Bangkitnya Enterpreneur Nasionalis” dengan subjudul “Pengusaha Pejuang dan Pejuang Pengusaha” mantan Menteri Tenaga Kerja di era Orde itu minta izin kepada pembaca atas penggunaan kata entrepreneur menjadi enterpreneur untuk memudahkan penyebutan dan pengejaan. Sebab sudah banyak juga kata asing yang telah diindonesiakan seperti management menjadi manajemen.

Abdul Latief adalah penggagas lahirnya organisasi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) pada tahun 1972. Buku edisi lux setebal 580 halaman diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2017 untuk menandai peringatan 45 tahun usia HIPMI. Melalui HIPMI Abdul Latief mampu membangun oase demokratisasi dalam menjalankan roda organisasi kemasyarakatan di era rezim otoriter.

Tapi judul tulisan ini masih menggunakan kata aslinya, entreprenerur ditambah imbuhan ship untuk menunjukkan sebuah kata sifat (adverb), dengan pertimbangan untuk menghemat tempat (space) dan estetika layout sebuah halaman. Dan entrepreneurship diartikan sebagai jiwa kewirausahaan.

Program pemerintah sekarang ini sudah lebih menukik ke persoalan dasar untuk mengatasi kemiskinan. Penduduk miskin yang diberi predikat masyarakat prasejahtera tidak lagi hanya diberikan ikan tetapi diberikan ikan dan pancing sekaligus.

Seperti apa itu? “Jika sebelumnya hanya dibagikan beras dan telur, kini ditambah dengan bahan pangan lainnya seperti sayuran, daging atau ikan”, tutur Kadis Sosial Provinsi Sultra, Armunanto (54).

Ia segera menambahkan, masyarakat prasejahtera yang menerima manfaat dari program ini dapat berperan sebagai pemasok bahan pangan lainnya yang mereka hasilkan dari lahan pertanian maupun dari usaha perikanan. Jadi akan terjadi proses kegiatan jual beli di antara mereka.

Program ini telah berubah dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi program Bansos Sembako 2020. Dananya juga dinaikkan dari Rp 110.000 per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menjadi Rp 150.000 per KPM setiap bulan. Sasarannya 155.953 KPM yang tersebar di 17 kabupaten kota di Sultra.

Dana tersebut disalurkan langsung ke masing-masing KPM. Di warong (warung gotong royong) telah dipasang mesin ATM (Anjung Tunai Mandiri). KPM juga telah dibekali kartu ATM. “Kartu elektronik tersebut tinggal digesek di situ”, kata Armunanto.

Namun ada juga yang offline, yaitu daerah blankspot signal jaringan internet. Kekecualian ini ditangani warong sebagai penerus Bansos 2020. Pengurus warong adalah orang pilihan dari desa tempat warong itu dibangun. Setiap warong melayani sekitar 250 sampai 300 KPM.

Warong juga dijadikan tempat distribusi beras dan telur yang penyalurannya tetap ditangani Bulog. Bahan pangan lainnya seperti sayuran, daging atau ikan dapat disediakan warong untuk dibeli tunai anggota KPM. Bahkan anggota KPM diberi kesempatan menitip atau menjual sayuran maupun ikan di warong bagi KPM yang lain di desa itu.

Dengan demikian, dana KPM beredar dan berputar di desa itu saja. Sehingga dana itu dipastikan akan menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi warga setempat serta masyarakat sekitarnya pada umumnya , dan anggota KPM pada khususnya.

`Armunanto menyebut terjadinya trickle down effect (efek menetes ke bawah) sebagai dampak positif Program Bansos Sembako 2020. Ia mengatakan program ini akan mendorong munculnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di desa. Sebab pada dasarnya jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) juga dimiliki masyarakat pedesaan. Hanya saja bakat dagang itu kurang berkembang akibat kesulitan modal dan akses.

Dengan program terbaru, Program Bansos Sembako 2020 dapat dimaknai pemerintah sedang menyemaikan dan merangsang tumbuhnya bibit serta jiwa kewirausahaan kepada masyarakat prasejahtera untuk membangun fondasi ekonomi agar mereka bisa bangkit dari jebakan kemiskinan.

Program Bansos Sembako pada dasarnya diadakan pemerintah untuk menstimulir masyarakat agar lebih produktif, bahkan sangat berpeluang menuai hasilnya menjadi wiraswasta. Pekerjaan atau profesi baru tersebut akan menjadi kekuatan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang saat ini masih berpredikat prasejahtera. ***

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>