BURUNG ABAABIL

OLEH YAMIN INDAS

TRAGEDI pembantaian umat Islam di Uighur, China, sebagai sesama muslim kita prihatin dan hanya bisa berharap dan berdoa agar Allah SWT melindungi dan menyelamatkan mereka dari kezaliman aparat pemerintah China.

Tetapi nanti dulu, kita jangan salah kaprah. Umat yang tertindas di sana adalah kelompok sparatis dan teroris. Mereka ingin melepaskan diri dari pemerintah Beijing agar hidup merdeka dan mandiri seperti leluhur mereka sebelum ekspedisi militer Dinasti Qin menaklukkan wilayah itu pada tahun 1750.

Oleh karena pokok persoalan bersumber dari gerakan sparatis dan teoris, maka sesuai konstitusi kita tidak boleh
mencampuri urusan dalam negeri China, dengan mengecam tindakan pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut. Sama seperti sikap China tidak pernah mengeritik pemerintah Indonesia dalam menghadapi pemberontak Papua Merdeka.

Namun demikian, Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Adil. Dia punya kehendak yang tidak diketahui siapapun. Dia menolong umat-Nya yang tertindas. Allah SWT menurunkan azab sebagaimana disaksikam umat manusia saat ini di Wuhan dan mungkin juga di provinsi lainnya di negeri komunis itu.

Azab berupa virus Corona yang telah menelan ribuan korban meninggal. Ketika masih dalam situasi panik, kini dikabarkan muncul lagi ancaman baru bagi penduduk China. Ribuan burung gagak berdatangan ke Wuhan dan beberapa kota lainnya di Provinsi Hubei. Di lain hal dilaporkan lagi munculnya nyamuk raksasa di Beijing.

Seorang warga Beijing mengatakan, dia melihat sejumlah besar nyamuk raksasa berkerumun di jalan raya distrik Hadian, Beijing. Sebegitu jauh belum ada laporan negatif terkait munculnya hewan-hewan aneh itu. Mengenai burung gagak ada yang mengatakan gelombang burung haus darah itu terpancing bau mayat para korban virus Corona.

Pada abad ke-6 dalam sejarah Islam tercatat ada pasukan gajah yang gagah berani dari Yaman datang menyerbu Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah. Sejarah ini diabadikan dalam Al Qur’an surah Al Fil atau populer disebut Abaabil.

Orang Qurais yang menjaga dan merawat Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim as bersama putranya Ismail, hanya berserah diri kepada Allah menghadapi serbuan pasukan berkendaraan gajah itu. Maka Allah pun membela umat-Nya yang tak berdaya dan Ka’bah yang suci dengan mengirim burung Abaabil. Burung yang diriwayatkan sangat kecil itu memangsa pasukan bersama gajahnya sehingga mereka lumat seperti daun dimakan ulat.

Apakah burung Abaabil ini anolog dengan virus Corona, burung gagak dan nyamuk raksasa yang menakutkan saat ini di China, jawabannya ada di dalam keyakinan umat Islam.

Sebagai tambahan, nelayan muslim di Natuna juga mengalami tekanan mental dan psikologis akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal dengan kapal modern oleh orang-orang China yang dikawal dengan kapal pasukan penjaga pantai. Presiden Joko Widodo, seorang muslim yang taat dan penyabar, sempat meninjau nelayan Natuna. Presiden tentu saja dikawal Angkatan Perang RI. Tak lama sepulang Presiden dari Natuna meledak berita serangan virus Corona di China. Wallahu alam

Top of Form

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>