Nur Alam Masih Kuat

Gubernur Nur Alam menjelang pendaftaran ke KPU

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) incumbent Nur Alam terkesan masih kuat untuk dapat memenangi pemilihan Gubernur Sultra yang akan digelar sekitar awal November 2012. Kurang lebih 20.000 massa pendukung dengan berkendaraan roda dua dan roda empat, Kamis (30 Agustus 2012)  mengantar dan mengawal Nur Alam bersama Brigjen (Purn) H Saleh Lasata ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah guna mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur 2013-2018.

       Sebelum ke kantor KPU pasangan Nur Alam dan Saleh Lasata dengan akronim Nusa, menghadiri deklarasi yang digelar di pelataran komplek arena MTQ Nasional XXI Tahun 2007 di Kota Kendari. Deklarasi itu dilaksanakan 18 partai koalisi sebagai pengusung Nusa, disaksikan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional/Menko Perekonomian  Hatta Radjasa, Ketua DPP Zulkifli Hasan yang juga Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu II, serta perwakilan partai-partai anggota koalisi.

Nur Alam didampingi Ketum DPP PAN Hatta Radjasa saat deklarasi dalam rangka pencalonannya kembali sebagai Gubernur Sultra periode 2013-2018 di Kendari, Kamis 30 Agustus 2012. Saleh Lasata yang juga sebagai calon wakil gubernur  di kanan Hatta Radjasa. Paling kiri adalah Menhut/Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan

       Dalam suasana gegap gempita itu hadir pula kader-kader partai koalisi yang sedang menduduki jabatan politik seperti Bupati Wakatobi Hugua (Ketua DPD PDIP Sultra), Bupati Bombana Tafdil (Ketua DPD PAN Bombana), Walikota Kendari (Ketua DPD PAN Kota Kendari), Bupati Konsel Imran (mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sultra), Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah (Ketua DPD PAN Buton Utara), Bupati Butoon Umar Samiun (Ketua DPD PAN Kabupaten Buton).

       Koalisi pengusung Nusa terdiri atas 8 partai yang memiliki kursi di DPRD Sultra, yaitu PAN (7 kursi), Partai Demokrat (7), Partai Keadilan Sejahtera (5), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (2), PBB (2), PKB (2), Gerindra (1), PKPI (1). Anggota koalisi lainnya meliputi 11 partai non-kursi di DPRD Sultra dengan total 14,9 persen  dari 45 kursi di DPRD Sultra. Tanpa koalisi pun Nusa sebetulnya sudah lolos sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur karena partai pengusung utama, PAN telah mencapai 15 persen dari 45 kursi di DPRD Sultra. Nur Alam adalah Ketua DPW PAN Sultra.

       Alasan Nur Alam menggandeng banyak partai menuju “Sultra 01” adalah dalam rangka membangun sinergi dan kebersamaan di antara elite lokal dan nasional untuk membangun Sultra. Dikatakan oleh Nur Alam, untuk membangun daerah tidak cukup hanya dengan kader-kader partai tertentu tetapi harus melibatkan seluruh komponen masyarakat.

       Figur Nur Alam (45), terbukti masih memiliki daya tarik yang kuat. Lapangan terbuka komplek MTQ XXI 2007 segera menjadi lautan biru putih begitu Nur Alam bersama Menko Hatta Radjasa menaiki panggung deklarasi. Yel-yel ‘lanjutkan’ terus membahana untuk menjawab teriakan, Nusa!

       Tokoh ini juga pernah membuat Kota Kendari lumpuh total ketika melakukan kampanye penutup pada pilkada yang mengantarkannya menjadi Gubernur Sultra periode sekarang ini (2008-2013). Kampanye dalam bentuk rapat umum (waktu itu) digelar di lapangan Benu-Benua. Lautan manusia yang memadati lapangan tersebut memaksa warga kota yang lain harus berjalan kaki karena angkutan umum parktis lumpuh, tidak bisa bergerak sampai kampanye tersebut selesai menjelang magrib.

       Alhasil, pilkada tersebut berpihak pada Nur Alam bersama pasangannya Saleh Lasata. Mereka mengalahkan Gubernur (incumbent) Ali Mazi SH yang berpasangan dengan Abdul Samad (Azimad). Pilgub 2007 diikuti empat pasangan. Adapun pilgub 2012 ini besar kemungkinan hanya diikutiu tiga pasangan. Dua pasangan yang lain adalah Buhari Matta/Amirul Tamim dan Ridwan/Chaerul Saleh. Buhari/Amril diusung PPP dan beberapa partai lain. Sedangkan Ridwan/Chaerul didukung Partai Golkar.

       Mantan Gubernur Sultra (2003-2008) Ali Mazi juga terlihat berupaya untuk ikut pilgub lagi tahun ini. Namun, boleh jadi dia terganjal kendaraan politik yang telah terbagi habis ke ketiga pasangan tadi.

       Soal siapa bakal pemenang dalam pilkada Gubernur Sultra 2012 ini, hanya Allah Swt yang tahu. Manusia hanya bisa melihat indikator dan gejala aspirasi yang bergerak dinamis. Indikator itu seperti dikatakan Hatta Radjasa ketika bericara atas nama partai koalisi pengusung Nusa adalah, “Kita dukung Nusa karena mereka terbukti berhasil membangun Sultra. Pertumbuhan ekonomi Sultra pada tahun 2012 ini, misalnya, mencapai di atas 10 persen. Jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 6 persen lebih. Alasan lain: Mereka jujur, adil, dan mencintai rakyat yang mereka pimpin”.***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>