PETANI JAGUNG PETANI CERDAS

OLEH YAMIN INDAS

ANTON SUSENO, MAESTRO TENIS MEJA YNG KINI TERJUN JADI PENGUSAHA PERKEBUNAN JAGUNG DI SULTRA

PETANI Indonesia di zaman now adalah pelaku ekonomi. Bukan lagi petani subsisten seperti pada masa-masa awal kemerdekaan hingga Orde Baru. Petani menjalankan usaha taninya berdasarkan kebutuhan pasar. Sehingga produksi yang dihasilkannya mendatangkan penghasilan untuk biaya hidup,  biaya pendidikan, dan  kebutuhan lainnya.

Kendala petani kekinian di kawasan timur umumnya faktor modal dan pemasaran. Kendala lainnya faktor mental yang belum terpacu untuk hidup lebih baik. Sebagian, terutama di pedesaan masih mengidap penyakit malas. Lahan luas di belakang rumah dan di wilayah desanya tidak/belum diolah untuk menghasilkan produk yang  mendatangkan penghasilan.

Kini terbuka peluang besar bagi pengidap penyakit malas untuk cepat menghasilkan uang banyak. Buka lahan-lahan yang terbentang luas itu lalu ditanami jagung. Ada investor yang akan menampung. Jagungnya akan dibeli Rp 2.000 per kilogram dalam bentuk pipilan. Hanya dalam waktu 4 bulan Anda yang saya kategorikan malas, bisa mengantungi uang belasan juta rupiah.

Anjuran menanam jagung ini ditujukan kepada semua petani, termasuk petani sawah yang kekurangan air pada musim kemarau. Adapun secara spesifik saya sebut pengidap malas, tujuannya untuk merangsang agar sikap mental itu dibuang jauh. Ayo kerja, ayo kerja! Begitu slogan Presiden sekarang, Jokowi.

PT Marwan Bersaudara Sukses (MBS) adalah investor dari Jakarta   yang akan menampung jagung petani di Sultra. Investor ini kelihatannya serius karena baru beberapa bulan hadir di daerah ini, PT MBS sudah beraksi dan merangkul 1.100 petani dari sejumlah kabupaten dengan total luasan lahan yang akan ditanami di awal musim hujan sebentar lagi, sekitar 5.082 hektar.

Saya tertarik kepada figur Anton Suseno, Dirut PT MBS. Dia adalah salah satu legenda tenis meja Indonesia di zamannya. Di beberapa event pesta olahraga Asia Tenggara (Sea Games), Anton menunjukkan kelasnya. Pada Sea Games 1991, dia menyabet dua medali emas. Pada Sea Games berikutnya Anton tetap petenis meja terkuat, satu medali emas dia persembahkan kepada Indonesia.

Meski tak menang, maestro ini juga lolos mengikuti Olimpiade mewakili Indonesia berturut-turut 1992,1996, dan Olimpiade di Sydney, Australia, tahun 2000.

Dia dikenal sebagai pemain dengan gaya defensif. Oleh karena itu, saya percaya pria kelahiran 15 Desember 1971 di Indramayu, Jawa Barat, ini tidak akan mudah menyerah terhadap tantangan seberat apa pun dalam pelaksanaan program penanaman jagung 100.000 hektar di Sultra. Dia akan selalu konsisiten dengan gaya bertahan (defensif), lalu menyerang secara frontal pada saat yang tepat.

Ya 100.000 hektar! Ini targetnya dalam program penanaman jagung di Sultra. Saat ini PT MBS mulai action. Areal lahan yang siap tanam beberapa minggu ke depan ini seluas 5.082 hektar, tersebar di Kabupaten Konawe seluas 1.494 hektar yang melibatkan 319 petani, Konsel 1.08 hektar (239 petani), Kolaka Timur 1.441 hektar (289 petani), Bombana 1.064 hektar (253 petani).

Pada tahap awal ini tercatat 47.564 hektar lahan jagung yang dalam taraf proses pengajuan untuk bekerja sama dengan PT MBS. Areal ini tersebar: di Bombana 5.345  hektar, Konawe (1.229 ha), Konsel (2.649 ha), Muna dan Muna Barat (7.914 ha), Kolaka Timur (4.555 ha), Kolaka Utara (9.873 ha), Buton (8.217 ha), dan Kabupaten Buton Selatan (3.896 ha).

Luasan tahap awal ini hampir separuh dari target 100.000 hektar. Pasalnya, petani yang merespons program ini adalah petani cerdas. Mereka merasa telah mendapatkan solusi dari kebuntuan ekonomi selama ini.

Kolaka Utara adalah salah satu contoh. Dari sekian kabupaten yang menyatakan ikut program ini pada tahap awal, Kolut langsung menyanggupi hampir 10.000 hektar, tepatnya 9.873 hektar. Mengapa? Tanaman coklat (kakao) sudah memudar karena faktor usia tanaman makin tua,  dan hantaman PBK (penggerek batang kakao) yang sulit dikendalikan. Maka, mereka segera menangkap program ini sebagai solusi.

Perusahaan ini akan terjun langsung bahu membahu dengan petani dalam proses pertanaman jagung. PT MBS akan memberikan modal kerja petani berupa bibit dan pupuk berkualitas tinggi serta didukung peralatan operasional yang modern dan berbasis teknologi.

Menurut Anton Suseno, bibit hibrida yang akan ditanam adalah jenis super yang dapat menghasilkan sekitar 16 ton jagung pipilan per hektar. Karena itu, jika petani mematuhi petunjuk para penyuluh di lapangan, mulai dari pengolahan lahan, teknis penanaman dan  pemupukan, serta kegiatan pasca panen, tingkat produktivitas yang diharapkan itu,  bisa tercapai.

Penyuluh yang akan mendampingi petani di lapangan akan diberikan pembekalan oleh para pakar dari akademisi dan praktisi tentang teknis budidaya jagung hibrida, penggunaan pupuk, pelaksanaan dan pasca panen. Termasuk cara pengangkutan agar produksi tidak banyak hilang di jalan.

Harga pembelian di tingkat petani oleh PT MBS, telah disepakati yakni Rp 2.000 per kilogram jagung  pipilan.  Karena itu, Anton merasa yakin petani dapat menikmati penghasilan antara Rp 12 juta sampai Rp 16 juta dari satu hektar tanaman jagung, hanya  dalam waktu 4 bulan.

Bila proyek budidaya agribisnis tersebut berjalan lancar, PT MBS akan merambah sampai ke hilir, yaitu bisnis pengolahan jagung, industri pakan dan makanan olahan. Kegiatan hilir tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja. Bukan hanya itu, industri peternakan, industri perikanan, cold storage (gudang pendingin), pabrik es, perhotelan dan restoran, transportasi darat dan laut juga diincar investor tersebut.

Dua bidang usaha yang disebut terakhir, transportasi darat dan laut menarik perhatian Anton setelah dia  melakukan perjalanan ke wilayah kepulauan. Ia melihat kapal feri yang beroperasi di lintas Tampo-Torobulu sudah dalam kondisi keropos dan lamban pula gerakannya. Ketika mendarat di Torobulu, banyak penumpang  bingung mencari angkutan sebab alat .angkutan umum yang tersedia, terbatas.

Legenda tenis meja Indonesia tersebut mengungkapkan, visi PT MBS adalah memajukan kejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Visi tersebut akan diwujudkan melalui misi menciptakan sumber daya ekonomi nasional bertaraf internasional dan memberi layanan edukasi untuk menciptaan sumber daya manusia berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>