KONEKTIVITAS UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA

 OLEH YAMIN INDAS

Sesudut pemandangan di kawsasan Wakatobi Dove Resort di Pulau Tolandono, Tomia.

Penunjukan kembali Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Jilid 2 Presiden Joko Widodo mengisyaratkan  kesungguhan Presiden mengembangkan sektor pariwisata. Sebab kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat dan pemasukan devisa sangat besar.

Soal konektivitas dan kaitannya dengan pariwisata serta sentra-sentra produksi ditekankan Presiden kepada Budi Karya Sumadi saat dipanggil ke Istana terkait pengangkatannya kembali sebagai Menteri Perhubungan. Hal tersebut disampaikan Budi kepada media setelah keluar dari Istana.

Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi

Kesinambungan program di sektor perhubungan dan transportasi yang dikaitkan dengan pengembangan pariwisata akan mendorong pertumbuhan, terutama di kawasan timur Indonesia.

Kawasan ini masih membutuhkan banyak sentuhan pembangunan infrastruktur dalam rangka menciptakan konektivitas antar pulau, antar kabupaten dan kota. Konektivitas tersebut didukung alat transportasi yang memadai dalam rangka melancarkan pergerakan arus barang dan mobilitas sosial.

Di Provinsi Sultra konektivitas belakangan ini terasa berkembang dengan baik. Konektivitas udara lebih menggembirakan. Provinsi ini mengelola 5 bandar udara, tiga di Kepulauan dan dua di daratan besar. Semua bandara tersebut melayani penerbangan dengan frekuensi kedatangan pesawat yang kian meningkat.

Konektivitas antar pulau-pulau dengan daratan besar juga tak kalah derap langkah perkembangannya. Kapal-kapal feri dioperasikan melayani lintas penyeberangan yang telah dilengkapi sarana pelabuhan dan dermaga feri berikut terminalnya.

Kadis Perhubungan Sultra Dr Ir H Hado Hasina MT

Tetapi, seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Sultra Hado Hasina, masih ada beberapa daerah blankspot lintas penyeberangan kapal feri yang perlu mendapat perhatian untuk dibangun guna meningkatkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Antara lain lintas Wanci-Kaledupa, dan lintas Kaledupa – Binongko. Semuanya di Kabupaten Wakatobi.

Lintas penyeberangan lainnya (blankspot) adalah Siompu – Batauga dan Kadatua – Baubau. Menurut Hado Hasina, lintas penyeberangan di Wakatobi telah dijadikan skala prioritas pembangunannya oleh Kementerian Perhubungan.

“Bahkan pengoperasian kapal feri lintas Wanci – Kaledupa dijadwalkan tahun 2020. Tahun berikutnya (2021) lintas Kaledupa – Binongko,” katanya. Ia menambahkan, pengoperasian kapal feri tersebut diharapkan akan diresmikan Gubernur Ali Mazi.

Pembangunan konektivitas untuk menyatukan gugusan pulau-pulau di Kabupaten Wakatobi menjadi prioritas Kementerian Perhubungan dalam rangka mendukung Wakatobi sebagai salah satu destinasi wisata di Tanah Air.

Wakatobi merupakan salah satu dari 10 daerah tujuan wisata di Indonesia yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), seperti halnya Yogyakarta, Mandalika (NTB), dll.

Sekitar 1,3 juta hektar perairan gugusan pulau-pulau Wakatobi ditetapkan sebagai Taman Laut Nasional (Ocean National Park). Taman ini menjadi unggulan wisata yang diminati wisatawan terutama dari Eropa. Mereka menyelam untuk menikmati keindahan pelbagai jenis karang di dasar laut.

Untuk mengunjungi destinasi wisata Wakatobi, saat ini sangat mudah. Bandara Matahora di Wanci melayani penerbangan dua kali sehari. Para pengunjung dapat juga menjangkau Wakatobi melalui Bandara Betoambari di Baubau, dan selanjutnya perjalanan diteruskan dengan kapal feri lintas Lasalimu – Wanci sambil menikmati ayunan gelombang Laut Banda.

Kadis Perhubungan Sultra mengatakan, tidak kalah mendesaknya juga adalah perbaikan dan rehabilitasi sejumlah dermaga pelabuhan feri yang mulai kropos karena dimakan usia. Sarana tetsebut sejark era Orde Baru.

Konektivitas untuk sentra-sentra produksi dengan dukungan infrastruktur jalan, saat ini pun masih memprihatinkan, baik di daratan besar maupun di Kepulauan. Banyak ruas jalan poros rusak berat akibat kurang pemeliharaan dan juga faktor cuaca yakni hujan berkepanjangan bulan-bulan lalu.

Oleh karena itu, arahan Presiden kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tentang konektivitas mencerminkan harapan rakyat yang ingin segera diwujudkan di awal pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo bersama Wapres Ma’ruf Amin. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>