EVENT OLAHRAGA DORONG PARIWISATA

 OLEH YAMIN INDAS

DR IR H FACHRY YAMSUL MSC, KETUA PENGPROV PERBASASI SULTRA

MENGGELAR berbagai event olahraga  akan mendorong sektor pariwisata ikut menggeliat. Sebab sebuah event pada dasarnya merupakan kegiatan perjalanan yang juga membutuhkan penyediaan akomodasi penginapan, transportasi, maupun kegiatan ekonomi produktif masyarakat setempat yang terkait dengan dunia pariwisata.

Karena itu, kita patut menghargai prakarsa para penggiat olahraga di Sulawesi Tenggara terkait kegiatan penyelenggaraan event olahraga dari cabang yang mereka  tangani secara struktural dan organisasi.

Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Amatir Indonesia (Pengprov Perbasasi) Sultra, misalnya, hampir setiap tahun menggelar event olahraga beregu softball yang bersifat lokal maupun regional.

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas dan prestasi cabang olahraga bersangkutan. Infrastruktur berupa lapangan softball di Lapangan Lakidende Kendari sangat mendukung dengan kualitas standar nasional. “Selain itu, kita  bersinergi dengan pihak terkait untuk ikut mendorong perkembangan pariwisata di Sultra”, ujar  Ketua Pengprov Perbasasi Sultra, Fachry Yamsul.

Fachry tidak sedang berbasa basi. Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra tersebut mengatakan, manfaat ekonomi pariwisata langsung dirasakan masyarakat. Baik dia sebagai pelaku industri pariwisata,  seumpama pengelola hotel dan restoran, travel biro maupun pelaku ekonomi kreatif seperti perajin tenun kain adat, makanan olahan khas lokal dari hasil pertanian dan perikanan.

Kendari, ibu kota provinsi belakangan ini makin menarik sebagai destinasi wisata. Dalam lima menit perjalanan speedboat pengunjung sudah dapat menikmati Pulau Bokori di ambang masuk Teluk Kendari.

Di pulau berpasir putih itu pengunjung bisa menikmati kuliner khas lokal didominasi ikan segar, bermain ski, beristirahat di vila-vila yang berjejer di bibir pulau. Secara komersial Pulau Bokori masih ditangani Dinas Pariwisata provinsi Sultra,  dan obyek itu telah menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD)

Internal Kota Teluk juga makin menarik sebagai destinasi wisata. Telah dibangun beberapa taman kota yang dilakukan pemerintah provinsi (baca Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang) dan berfungsi sebagai paru-paru, termasuk taman Masjid Raya Al Kautsar, pelataran Tugu Religi (Tugu Persatuan).

Tak kurang menariknya adalah arsitektur masjid Al Alam yang tampak terapung hampir di tengah Teluk Kendari. Kehadiran monumen rumah ibadah tersebut, sebagai sumber daya buatan ikut melengkapi keindahan alam teluk yang secara fisik mirip danau itu.

Namun demikian, pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Kendari kini sudah harus memiliki rencana secara konseptual tentang pelestarian Teluk Kendari. Setelah rampung pembangunan masjid yang digagas Gubernur Sultra dua periode Nur Alam, kegiatan apapun yang bakal mengganggu kelestarian harus dihentikan. Alam teluk harus diproteksi sejak sekarang.

 

Hallo Sultra

Dalam penjelasan lebih lanjut,   Ketua Pengprov Perbasasi Sultra Fachry mengungkapkan, dalam bulan April mendatang ini Kota Kendari akan menggelar  kejuaraan Softball Gubernur Cup I. Kejuaraan ini bisa dikatakan cukup bergengsi karena akan diikuti tim-tim softball terbaik di Tanah Air. “Semua yang diundang adalah tim-tim papan atas nasional”, ujar Fachry.

Semuanya 8 tim softball terbaik di antaranya DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Sultra sendiri akan diwakili Tim Softball Lakidende, tim terbaik yang dimiliki Sultra.

Event tersebut akan digelar setelah pesta demokrasi pilpres dan pilcaleg usai yang dikaitkan dengan perayaan HUT ke-55 Provinsi Sultra 27 April 2019. Perayaan ini ditandai dengan event budaya Sultra Hallo Sultra. Isinya penampilan eneka ragam budaya termasuk kuliner.

Dengan demikian, event Kejuaraan Softball Gubernur Cup I dan Hallo Sultra merupakan satu rangkaian pesta rakyat Sultra dalam rangka menyambut HUT provinsi tersebut.

Proses penyelenggaraan kejuaraan Softball Gubernur Cup I akan dinilai dan divealuasi pengurus Pusat Perbasasi karena Kota Kendari masuk nominasi kandidat tuan rumah pelaksanaan turnamene Softball Piala Asia tahun depan (2020).

Karena itu Fachry berharap semua pihak ikut menyukseskan event tersebut. Sebagai calon tuan rumah Kota Kendari sudah harus menunjukkan kesiapan yang matang, termasuk unsur-unsur penunjang pariwisata.

Ada brand image yang baik untuk dikembangkan Kota Kendari mulai sekarang. Yaitu Kendari sebagai destinasi olahraga dan sekaligus juga destinasi pariwisata.

Fungsi dan peran itu  sesungguhnya telah dimainkan Wakatobi selama ini. Hanya belum bunyi, belum dijadikan brand image. Padahal, para pengunjung Wakatobi dari mancanagera adalah olahragawan diver handal. Di sana pun mereka menikmati “surga” di dasar laut Ocean National Park Wakatobi.

Kabupaten Wakatobi dengan ibu kota Wanci, di Pulau Wangi-wangi, telah terkoneksi berbagai moda angkutan: laut, darat (penyeberangan kapal feri) dan udara. Bandara Matahora didatangi dua kali penerbangan pesawat komersial setiap hari.

Bahkan, Wakatobi telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam rangka pengembangan destinasi wisata utama selain Pulau Bali. Wakatobi pun akan dibuatkan  bandara bertaraf internasional untuk memudahkan konektivitas dari penjuru mana pun di belahan bumi ini. ***

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>