BAUBAU FAVORITKAN ANGKUTAN MASSAL BRT

 OLEH YAMIN INDAS

       

REST AREA Waramosiu saat soft opening oleh wagub Saleh Lasata 4 Agustus 2018. Sarana penunjang terminal Lakologou ini bisa dijadikan tempat mangkal Bus BRT bantuan Presiden Jokowi.

KOTA Baubau di Sulawesi Tenggara menjelang tutup tahun menerima lima unit bus dari Presiden Joko Widodo. Ini merupakan bagian dari 10 unit yang dijanjikan Presiden kepada Pj Walikota Baubau Hado Hasina dalam suatu acara di Istana Bogor, bulan Juli 2018.

        Bagi Baubau, bantuan tersebut sangat besar artinya terkait perkembangan transportasi di kota tersebut. Seperti dikemukakan Kadis Perhubungan Sultra Hado Hasina,  pemda provinsi akan mengembangkan sistem angkutan umum massal berbasis jalan di sejumlah kota dan dimulai dari Baubau. Maka, bus bantuan Presiden menjadi modal untuk memulai program transportasi angkutan massal yang tertata dan terencana baik.

Ia mengatakan, transportasi perkotaan tak pernah luput dari gejala kepadatan dan kemacetan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengedukasi masyarakat agar mau menggunakan jasa angkutan umum massal berbasis bus.  

Baubau menjadikan BRT (Bus Rapid Transit)  sebagai favorit karena lebih cepat dan efisien. Sekali pemberangkatan dapat mengangkut paling sedikit 30 orang penumpang. Selain itu perjalanan dengan BRT akan terasa lebih  nyaman dan menyenangkan. Pilihan ini jauh lebih baik dibanding menggunakan kendaraan pribadi yang setiap saat terjebak kemacetan lalu lintas.

Menurut Hado, sarana dan prasarana transportasi Kota Baubau cukup memadai untuk menyelenggarakan sistem angkutan umum massal berbasis jalan. Terminal B Lakologou diakui baru mulai dibangun bertahap. Tetapi rest area Waramosiu telah difungsikan sebagai terminal sementara atau sarana penunjang sambil menunggu selesainya pembangunan Lakologou.

Karena itu, angkutan umum dari Pasarwajo (Kabupaten Buton), Ereke (Kabupaten Buton Utara) dan Kendari harus masuk ke Waramosiu. Dari sini para penumpang akan meneruskan perjalanan dengan angkutan bus kota atau kendaraan lainnya.

 Adapun angkutan umum dari Kendari tidak lain merupakan limpahan kapal feri di Labuan, yakni feri yang beroperasi pada lintas penyeberangan Amolengu-Labuan. Lintas ini menghubungkan daratan besar semenanjung tenggara Pulau Sulawesi dengan daratan Pulau Buton. Terbangunnya konektivitas ini sangat menunjang keseimbangan wilayah dan pemerataan pembangunan di Sultra yang terdiri dari wilayah kepulauan dan daratan.  

Sarana penunjang lainnya adalah rest area di Pantai Nirwana untuk angkutan umum dari arah selatan kota. Rest area, menurut konsep Kementerian Perhubungan, adalah tempat peristirahatan sejenak setelah melakukan perjalanan melelahkan. Di situ ada ruang tunggu penumpang, kios-kios yang menyediakan aneka kebutuhan, kuliner, toilet, mushalla, area parkir kendaraan titipan. Bahkan, Dishub Sultra menambahkan sarana pengnapan (villa) di beberapa tempat. 

Kadis Perhubungan Sultra berharap, Pemerintah Kota Baubau segera mengoperasikan bus bantuan Presiden, untuk melayani angkutan penumpang dalam kota. Ditambah 3 unit bus bantuan pusat tahun sebelumnya, berarti bus yang siap dioperasikan saat ini tercatat 9 unit.

Armada sebanyak itu cukup memadai untuk melayani angkutan massal di Baubau yang penduduknya masih kurang dari 200.000 orang.

Terkait pengoperasioan itu, rest area Waramosiu dapat digunakan sebagai pangkalan, sebelum armada tersebut keluar beroperasi di jalan raya pada rute-rute/trayek yang ditetapkan Dinas Perhubungan Baubau.

Untuk merangsang minat warga kota menggunakan jasa angkutan umum berbasis BRT, pada  tahap awal ini, Hado Hasina menyarankan  Walikota Baubau menyediakan dana subsidi bagi pengoperasian armada yang ada. Dengan adanya subsidi itu warga bisa naik bus secara gratis untuk selama waktu tertentu.

Hado Hasina  memastikan bahwa penyelenggaraan sistem angkutan umum massal berupa BRT di Kota Baubau akan menciptakan kecepatan dan efisiensi mobilitas warga dan pergerakan barang dari dan ke titik-titik simpul. Dinamika sosial ekonomi tersebut bakal merangsang pertumbuhan yang cepat berbagai bidang.

Selain titik-titik simpul antara lain terminal, bandara, dan pelabuhan laut/feri yang telah terakses dengan ruas-ruas jalan, kemudahan warga mengakses angkutan bus juga telah didukung dengan penyediaan halte, tempat naik dan turun penumpang. Pelayanan angkutan BRT di kota itu harus diarahkan ke sentra-sentra permukiman dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“Saya telah membangun sekitar 10 halte”, ujar Hado,  mantan Pj Walikota Baubau. Salah satu misi Kadis Perhubungan Sultra saat menjabat sebagai Pj Walikota adalah menata transportasi kota yang semrawut. Beberapa ruas jalan yang padat dan sering macet dikurangi bebannya menjadi jalan satu arah.

Alhasil, aksesibilitas Kota Baubau kini makin terarah dan terpola. Tetapi Hado Hasina mengingatkan, kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi seperti terminal, rest area hingga halte harus diteruskan, tidak boleh mangkrak.

Bila Baubau berhasil mengelola sistem angkutan umum massal berbasis jalan dengan baik, maka tiga kota lainnya di Sultra dapat mencontoh keberhasilan itu. Ketiga kota tersebut adalah Kendari, Wanci, dan Kolaka.

Dalam rangka program pengembangan sistem angkutan umum massal, pemda provinsi  melalui sebuah Surat Keputusan Gubernur Tahun 2017 telah menetapkan Kendari, Baubau, Wanci, dan Kolaka sebagai koridor atau rute angkutan umum massal.

Alasan penetapan sebagai daerah prioritas layanan angkutan umum massal adalah keberadaan simpul bandar udara di kota-kota tersebut, selain simpul-simpul lainnya seperti pelabuhan laut/fari dan terminal.

Konektivitas udara tersebut membutuhkan dukungan transportasi, baik angkutan kota maupun antar kota/kabupaten dalam rangka kecepatan dan efisiensi mobilitas penumpang dan barang. ***   

          

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>