RAKSASA KOREA BERAKSI DI KONAWE UTARA

OLEH YAMIN INDAS

 

Anton SH

KONAWE UTARA, salah satu dari 17 kabupaten/kota Sulawesi Tenggara kini siap mengorbit ke ruang percepatan pembangunan ekonomi melalui industri nikel. PT Made By Good (MBG) Group, “raksasa” dari Korea Selatan mulai membangun smelter di Molawe,  pantai timur kabupaten tersebut. Kita sebut raksasa sebab modal yang akan diinvestasikan sekitar Rp 60 trilyun. Pembangunan smelter tahap pertama dimulai dengan acara peletakan batu pertama (groun breaking) Selasa, 2 Januari 2018. Acara ini sekaligus menandai HUT Ke-11 Kabupaten Konawe yang saat ini dipimpin Bupati Ruksamin dan wakilnya Raup.

        Anton SH, kontraktor PT MBG Group menyatakan rasa optimistis kehadiran raksasa Korea itu bakal mendongkrak pertumbuhan sosial ekonomi Konawe Utara khususnya dan Provinsi Sultra umumnya. Industri tersebut direncanakan akan menyerap hingga 6.000 tenaga kerja. “Rekrutmen  penduduk lokal Sultra sebagai karyawan adalah prioritas tinggi bagi perusahaan Korea itu dan saya akan ikut mengawasi pelaksanaannya”, ujar tokoh masyarakat tersebut.

                Mantan Ketua Partai Amanat Nasional dan juga mantan Ketua DPRD Kolaka Utara tersebut mengatakan, dalam operasi tahap awal PT MBG Group akan memproduksi Nickel Pig Iron (NPI), hasil ekstraksi berkadar nikel lebih dari 10 persen. Selanjutnya smelter akan dikembangkan menjadi pabrik feronikel yang berkadar nikel lebih dari 90 persen, seperti yang dihasilkan PT Aneka Tambang di Pomalaa, Kolaka.

Bupati Ruksamin diapit Presdir dan Komisaris Utama PT MBG Group Lim Dong Pyo dan Jang Jongsoo. Foto Yamin Indas

        Kawasan industri nikel di Molawe membutuhkan lokasi 314 hektar. Menurut Anton, hampir separuh atau sekitar 149 hektar di antaranya telah diserahkan ke PT MBG Group, termasuk 35 hektar yang saat ini ditempati smelter tahap pertama. Smelter tahap I diharapkan telah berproduksi dan melakukan ekspor tahun 2019.

Denah smelter di Molawe

   PT MBG Group bukan hanya menggarap nikel. Sejak bulan Agustus 2017, perusahaan tersebut telah merintis pembangunan tambak udang di Konawe Utara. Bupati Ruksamin telah menyiapkan lahan  tambak sekitar 3.000 hektar. Proyek tambak modern ini akan melibatkan penduduk setempat.

        Anton menegaskan, kesungguhkan Korea membangun industri  di Konut tidak diragukan. Hampir 200 karyawan, tepatnya 193 orang karyawan PT MBG Group dari Korea ikut menyaksikan ground breaking. Acara itu sendiri dihadiri Presiden Direktur PT MBG, Lim Dong Pyo, dan Komisaris Utama Jang Jongsoo.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>