INDONESIA INGIN KEMBALI BERJAYA SEBAGAI PENGHASIL REMPAH DUNIA

iBU ARIYANI DJALAL, DEKLARATOR RELAWAN REMPAH KITA UNTUK DUNIA.  KIRI ADALAH DIRJEN PERKEBUNAN BAMBANG. FOTO YAMIN INDAS

  DI saat kita sedang membangun visi Poros Maritim Dunia, muncul gerakan di Tanah Air untuk membangkitkan kembali kejayaan Indonesia sebagai penghasil rempah dunia. Potensi rempah Indonesia dilihat sebagai komoditas strategis yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Dan langkah Presiden Jokowi menyiapkan infrastruktur merupakan momentum untuk mengembangkan usaha pertanian komoditas rempah berbasis manufaktur. Sehingga akses pemasaran produk industri tersebut tidak akan menemui kesulitan.

        Gerakan tersebut mengidentifikasikan  diri sebagai Relawan Rempah Indonesia. Para relawan terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang seperti pengusaha, petani, aktivis, peneliti, dosen, dan lain-lain.

 Memakai baju kaos berkerah kuning dalam paduan warna hitam   dengan logo ‘Relawan Rempahkita untuk dunia’, para relawan itu melakukan deklarasi di lantai dasar gedung Pusat Informasi Agribisnis  Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta,  Jumat petang, 29 September 2017. Deklarasi itu dipimpin Ariyanti Djalal, dan dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Bambang MBA.

         Ariyanti menyatakan, deklarasi ini didasari keprihatinan surutnya rempah sebagai komoditas utama perdagangan nasional. Itu pun kita baru memanfaatkan 4 persen dari sekitar 7.000 –an jenis tanaman rempah. Tanaman rempah Indonesia antara lain lada, pala, bunga pala, cengkeh, kayu manis, kayu cendana, gaharu, kamper. Aneka jenis tanaman ini menghasilkan rempah dalam bentuk segar ataupun hasil proses dari bagian daun, bunga, buah, kulit buah, biji, batang, kulit batang, akar maupun rimpang. Rempah-rempah ini dapat digunakan sebagai bumbu masakan atau minuman, bahan obat-obatan, dan kosmetik.

        “Kami Relawan Rempah ingin membangun sinergi antar pelaku usaha dan mengembangkan komoditas rempah agar berjaya kembali”, kata Ariyanti dengan lantang. Ia menambahkan,  Relawan Rempah bertujuan menguatkan peranan Dewan Rempah Indonesia sebagaimana mandate Undang-undang Nomor 18 Tahun 2004.

        Menurut Ariyanti, saat ini kebutuhan pasar rempah dunia terbuka peluang lebar. Tetapi orientasi pasar yang ingin dikembangkan tidak lagi dalam bentuk pasar yang mengandalkan bahan mentah melainkan dalam bentuk produk atau hasil manufaktur. Dengan demikian berarti nilai tambah yang diperoleh akan lebih tinggi, dan lapangan kerja akan terbuka lebih luas pula.

        Strategi Relawan Rempah dalam upaya mengembalikan kejayaan rempah Indonesia antara lain melakukan sosialisasi melalui seminar dan pendekatan dengan para pemegang otoritas di daerah penghasil rempah. Tujuannya agar para pihak yang terkait dapat mendorong pengembangan produksi tanaman  rempah maupun kegiatan investasi industri manufaktur.

        Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang menyambut gembira munculnya gerakan Relawan Rempah yang diinisiasi para aktivis dari berbagai latar belakang profesi. Ia mengingatkan, komoditas utama perkebunan rakyat maupun swasta seperti kelapa sawit ini tengah mendapat tekanan dari para aktivis lingkungan di dunia. Karena itu, pengembangan komoditas rempah diharapkan menjadi salah satu kran alternatif bagi komoditas dan komponen ekspor Indonesia.

           Menurut Bambang, tanaman rempah merupakan tanaman tradisional dan menjadi budaya yang terkait sebagai bagian dari pelbagai  bahan makanan  dan minuman masyarakat Indonesia. Akan tetapi usaha budidaya cenderung berskala kecil sehingga secara ekonomis kurang menguntungkan. Ia berharap keterlibatan banyak pihak dalam pengembangan tanaman rempah, akan mendorong usaha budidaya berskala lebih besar. Faktor konektivitas dan kolektivitas produksi, kini tidak masalah lagi menyusul terbukanya jalur-jalur distribusi melalui pembangunan infrastruktur

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>