BERSAMA WARGA MENIKMATI KECERIAAN RAMADHAN

Ny Tina Nur Alam menyerahkan bingkisan Ramadhan kepada keluarga yang berhak seusai shalat tarawih di masjid raya Kolaka, Sabtu 3 Juni 2017, disaksikan suaminya Guberur Nur Alam. Foto Yamin Indas

  SUASANA tenang dalam kebersamaan adalah milik warga masyarakat Sulawesi Tenggara. Kondisi ini tak pernah terusik dan tidak boleh diusik oleh siapa dan apapun. Kehidupan sosial tanpa gejolak inilah yang terus terawat hingga masyarakat plural di provinsi ini memasuki Ramadhan, bulan yang sarat kebajikan dan keceriaan bagi para pelakunya yaitu umat Islam.

Bukan hanya warga muslim tetapi umat agama lain pun  ikut mereguk kenyamanan dan  berkah Ramadhan dalam suasana kebersamaan penuh sukacita tersebut.

        Maka, tak ketinggalan Gubernur Nur Alam bersama istri Asnawati Hamid Hasan serta para pejabat teras provinsi juga ikut bergabung dengan warga masyarakat Sultra untuk saling berbagi rasa, mereguk, dan menikmati hikmah serta berkah bulan Ramadhan.

        Nur Alam melakukan kunjungan ke daerah-daerah bertajuk Safari Ramadhan, untuk menghangatkan kebersamaan masyarakat dengan pemimpinnya sambil merangkai amal ibadah. Sambil menyeru dan mengajak untuk terus  marawat hidup rukun antara satu dengan yang lain, baik dengan  sesama agama maupun dengan umat agama lain.

        Sekaligus pula momen itu ia manfaatkan untuk pamitan. Sebab sekitar tujuh bulan lagi, jika Tuhan mengizinkan, dia sudah akan melepaskan jabatannya sebagai gubernur bersama wakilnya Saleh Lasata.

        Safari Ramadhan 1438 H dibuka Gubernur Nur Alam dengan kunjungan ke kabupaten/kota di kepulauan, yaitu Muna, Muna Barat, dan Kota Bau-Bau. Selanjutnya ia ke Kolaka Timur, Kolaka, dan Bombana. Semuanya di daratan besar jazirah Sulawesi Tenggara.

        Berpakaian bebas (preman) membuat ia lebih akrab dengan warga dan aparat setempat. Ia mengatakan, puasa Ramadhan memang saatnya kita bergembira. Setelah berbuka kita kumpul di masjid-masjid untuk shalat berjamaah Isya dilanjutkan shalat tarawih.

        Kegiatan ibadah tersebut memberikan rangsangan spiritual untuk meningkatkan ketaatan melaksanakan perintah Allah Swt, dalam rangka mencapai derajat takwa. Bersamaan dengan itu rasa          kasih sayang terhadap sesama manusia akan kian mantap.

         Sejak beberapa bulan lalu, Gubernur Nur Alam mewajibkan segenap pegawai negeri sipil di lingkup Pemprov Sultra melaksanakan shalat berjamaah di masjid raya Al Kautsar Kendari, yaitu shalat subuh dan shalat Jumat. PNS yang lalai dipotong tunjangannya.

        Program tersebut disebutnya Sultra Beribadah. Ketika Ramadhan tiba, semangat beribadah di kalangan muslim telah terkondisi dengan baik, sehingga lebih terpacu untuk menjalankan ibadah Ramadhan.

        Gubernur berharap, program ini menjalar ke jajaran pemerintah kabupaten dan kota. “Saya senang karena di Kolaka Timur ini sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya saat berceramah di masjid Rate-Rate, ibu kota Kolaka Timur.

        Terkait hikmah Ramadhan Nur Alam mengatakan, umat agama lain juga ikut bergembiara menyambut Ramadhan. Sebab dagangan mereka meningkat pesat. Toko-toko warga Tionghoa panen besar. Jadi, mereka juga ikut bersukacita saat berlangsung bulan puasa.

         Bagi Nur Alam, perjalanan ini merupakan safari Ramadhan terakhir. Sebab pada tanggal 18 Februari 2018 dia bersama Saleh Lasata akan mengakhiri masa jabatan setelah dua perode menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra.

        Cukup banyak kemajuan dicapai Sultra selama masa kepemimpinan mereka. Di bidang infrastruktur jalan, banyak daerah yang telah terbebas dari isolasi, setelah dibangunkan jalan dan jembatan. “Kita telah membangun dua ribu kilometer jalan”, katanya.

        Nur Alam juga mengungkapkan, dia berjuang sendirian meminta dana-dana pembangunan ke pemerintah pusat. “Kita tidak memiliki orang di posisi-posisi strategis di Jakarta yang ikut mendukung perjuangan kita. Lain dengan Sulsel, misalnya. Mereka punya Wakil Presiden, punya anggota parlemen berpengaruh dan jabatan tinggi lainnya yang bisa melakukan lobi dengan pusat,” katanya.

        Ketika berbicara di depan jamaah shalat tarawih di masjid  raya Kolaka, Nur Alam menyampaikan pernyataan agak menarik. “Saya titip istri saya. Dia anggota DPR-RI, agar didukung untuk terus memperjuangan kepentingan daerah bersama wakil rakyat Sultra lainnya di DPR maupun DPD”.  tapi

        Pernyataan tersebut sebetulnya biasa saja. Secara faktual, istrinya masih akan bertugas lebih lama dari Nur Alam. Dra Hj Asnawati Hamid Hasan MM alias Tina Nur  Alam baru akan selesai tugasnya di DPR bulan Oktober 2019. Dia anggota Fraksi Partai Amanat Nasional.

        Tetapi ada juga pihak lain memandang pernyataan itu berkonotasi politis. Dan lebih spesifik dikaitkan dengan pilkada/pilgub Sultra pertengahan  2018. Kalkulasinya ialah bahwa bukan tidak mungkin Nur Alam akan mendorong istrinya maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.

          Nur Alam sendiri selalu menepis dalam setiap kali dikonfirmasi perihal tersebut. Ia justru lebih berharap terbukanya peluang lebih lebar bagi tampilnya putra-putra terbaik Sultra untuk maju menggantikannya.

        Ia kini terlihat mulai dicekam kerinduan akan masa-masa awal tugasnya sebagai gubernur. “Dulu, jalan ini masih susah dilalui. Sekarang sudah enak karena telah beraspal”, katanya saat kami mengobrol dalam perjalanan menuju Kasipute seusai shalat tarawih di Boepinang, Minggu (5 Juni 2017).

        Dalam perjalanan Safari Ramadhan di daratan besar, Gubernur bersama rombongan menyusuri jalan lingkar Sultra:  Kendari – Kolaka (176 Km) lewat Konawe, dan Kolaka – Kendari (350 Km) lewat Bombana. Saya dan Syawaluddin Lakawa dari Jawa Pos Group diajak menemaninya di mobil dinasnya. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>