WARTAWAN KOMPAS SEBUT KENDARI BERKEMBANG PESAT

Sesudut pemandangan di kota kendari

KOTA Kendari kini ibarat kembang desa yang kesepian. Banyak yang melirik, mengaguminya, dan juga ingin mencuri hatinya. Bukan saja dari kaum politisi yang saat ini tengah berebut menjadi walinya melainkan juga dari hampir semua orang berpikiran maju.

        Tidak terkecuali Mohammad Bakir, wartwan Kompas yang mengunjungi Kendari pekan lalu. Dia menyanjung keindahan pantai Teluk Kendari yang telah diperkaya oleh sumber daya buatan. Ada jalan raya dua jalur yang disebut jalan by pass. Di sepanjang jalan tersebut berdiri megah hotel-hotel berkelas, dan tempat hiburan malam.

        “Kendari cepat majunya ya”, ujar Redaktur Pelaksana Harian Kompas, surat kabar terkemuka di Asia Tenggara, dalam perjalanan pulang ke hotel setelah menjamu saya di sebuah rumah makan. Dia tekankan kata menjamu untuk mengungkapkan keakraban setelah sekian lama saya tinggalkan Kompas karena pensiun.

        Bakir berada di Kendari untuk sebuah acara yang diadakan Universitas Haluoleo (Unhalu) di Swissbel Hotel. Di situ hadir juga Gubernur Nur Alam. “Pak Gubernur tadi marah-marah karena pelaksana tugas Rektor Unhalu belum pernah bertemu dengan pemerintah daerah”, kata Bakir menjelaskan.

Saya pun membatin, masih ada juga rupanya orang berpendidikan tidak mengenal etika. Masa datang ke rumah orang tanpa kulo nuwun. Pelaksana tugas itu tentu bukan orang sembarang. Ia pasti seorang mahaguru, guru besar, filosof pula.

        Bakir masih terus menyisir denyut kehidupan malam di kota Kendari melalui kaca mobil. “Masih ramai ya”, tukasnya lagi. Saat itu menunjukkan pukul sepuluh lewat.

Ia mengatakan, ketika mengunjungi kota ini beberapa waktu lampau belum gemerlap  seperti malam ini. “Jalan ini dulu nggak ada, kayaknya”. Saya bilang, sudah ada hanya belum diaspal mulus dan dibuat dua jalur. Saya melanjutkan, umumnya jalan poros di Kendari sekarang dibangun dua jalur. Banyak uang digelontorkan dari Jakarta. Presiden Jokowi memenuhi janjinya membangun infrastruktur di kawasan timur.

Di Teluk Kendari kini ada proyek jembatan bernilai hampir Rp 800 miliar. Jokowi sudah tinjau saat proyek belum start. Jembatan itu bakal melayang di atas teluk. Kendari pasti lebih eksklusif bila jembatannya selesai.

Bakir juga menanyakan masjid yang dibangun di tengah teluk. Saya jawab, masjidnya masih sedang dibangun. Saya juga belum pernah main ke sana. Bakir adalah anak santri. Jadi soal masjid dan perkembangan keagamaan pasti selalu menjadi perhatiannya.

Dia kemudian memuji Gubernur Nur Alam. “Dia rupanya kreatif dan mau berprestasi”, ujarnya. Saya bilang, orangnya masih muda. Nur Alam berlatar belakang pengusaha sehingga melobi pengusaha sekaliber James Ryadi adalah perkara gampang.

Lippo Group memiliki pasar swalayan bukan hanya di Kendari tetapi juga di kota-kota lain seperti Bau-Bau. Kelompok usaha tersebut masih punya rencana membangun hunian terpadu di lahan bekas Rumah Sakit Provinsi.

 Kendari sekarang punya rumah sakit yang baru dan menjadi salah satu proyek monumental Gubernur Nur Alam. Rumah Sakit Bahteramas! Ini salah satu rumah sakit terbaik dan terbesar di kawasan timur. Oleh Komite Akreditas Rumah Sakit (KARS), RS Bahteramas diberi bintang 5. KARS adalah sebuah lembaga independen di bawah koordinasi langsung Presiden.

RS Bahteramas berkapasitas 540 tempat tidur, termasuk sekitar 50 kamar VIP dan VIP Utama. Pasien gagal ginjal tak perlu ke Makassar atau Jakarta, untuk cuci darah. RS Bahteramas mamou menghandlenya.

Pembangunan RS Bahteramas adalah sebuah contoh terobosan untuk mempercepat keluar dari kesulitan. RS Provinsi Sultra yang lama sudah tidak mampu menampung pasien. Semua lorong, bahkan kantor Dinas Kesehatan Provinsi sudah dikapling untuk rawat inap pasien, ketika itu.

Maka Gubernur Nur Alam meminjam dana ke Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Pinjaman mencapai Rp 195 miliar untuk penguatan dana APBD dan APBN bagi pembangunan rumah sakit baru tersebut. Dalam tempo dua tahun RS baru sudah operasional.

Langkah terobosan diperlukan bagi daerah-daerah tertinggal seperti Sultra. Masyarakat segera keluar dari kesulitan, biaya pembangunan juga hemat. Sebuah proses pembangunan fisik yang cepat bisa terhindar dari inflasi yang mendongkrak kenaikan harga bahan bangunan. Inflasi membuat proyek-proyek multiyears lebih mahal.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>