Lippo di Kendari

Gubernur Nur Alam dan Chief Executiv Officer Lippo Group James Tjahaja Riady menebar senyum sukacita seusai pemukulan gong sebagai tanda peresmian Lippo Plaza Kendari. Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel (Inf) Taufik Hidayat (tengah), seorang pejabat utama Polda Sultra dan Wakil Ketua DPRD Sultra Labamba menyaksikan ritual tersebut.

CANDI Kalasan di Yogyakarta dibangun dalam waktu satu malam. Tapi ini cerita dongeng. Cerita faktual dan aktual adalah pembangunan sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kendari. Lippo Plaza dibangun hanya dalam waktu 7 bulan. Surprise! Masih langka proyek bernilai ratusan miliar dikerjakan sesingkat itu. Lippo Plaza hingga rampung betul bakal menelan dana investasi kurang lebih Rp 150 miliar. Bangunan berlantai empat itu disebut Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga sebagai mall termegah dan terbesar di kawasan Pulau Sulawesi.

Lippo Plaza dioperasikan mulai Jumat, 22 Oktober 2012. Peristiwa itu ditandai pemukulan gong oleh Gubernur Nur Alam. “Saya akan memukul gong ini dua kali”, ujar Nur Alam yang memakai kemeja lengan panjang bercorak tenunan Buton dan Tolaki. Ia serasi sekali dengan busana itu sehingga Gubernur terlihat lebih tampan. James Riady, Chief Executive Officer Lippo Group juga tampak sumringah. Gubernur akhirnya menabuh dua kali: “Dung… dung …!” Para undangan dan warga yang hadir pun bertepuk tangan.

Suasana peresmian pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kendari terasa lebih cemerlang dan bergengsi. Warga kota pengunjung pertama tampak begitu mengagumi situasi pasar modern berlantai empat itu. Mereka menyisir hampir semua aneka barang yang terpajang baik di Matahari Departemen Store maupun Hyipermart. Untuk mencapai lantai demi lantai tersedia eskalator. Para pengemudi mobil Kendari juga mendapatkan pengalaman baru. Mereka merayap naik ke lantai-lantai parkir kemudian memarkir kendaraannya di areal sempit secara rapi.

Di luar gedung mall megah tersebut, cuaca terasa lebih sejuk karena Kota Kendari masih diguyur gerimis yang telah berlangsung sejak dinihari. Dalam kondisi cuaca bernuansa rahmat itu Gubernur Nur Alam membawa tamunya, James Riady dan Theo Sambuaga meninjau RSU Bahteramas. RSU ini belum sebulan dioperasikan menggantikan fungsi RSUP Sultra lama yang kumuh dan sempit. RSU lama ini dan obyek-obyek lainnya dicadangkan untuk pembangunan industri properti maupun sektor jasa untuk mendongkrak perkembangan daerah.

James Riady sangat terkesan keberadaan RSU Bahteramas yang cukup megah dan canggih peralatan medisnya. RSU ini memiliki CT-scan dengan 64 slice. “Belum ada rumah sakit di Indonesia memiliki alat secanggih itu”, ungkap calon pewaris kerajaan bisnis Lippo Group yang didirikan ayahnya Mochtar Riady. Kelompok Usaha Lippo juga mengelola rumah sakit modern Siloam di beberapa kota besar.

Suasana ceria saat peresmian Lippo Plaza Kendari terpancar dari wajah ibu-ibu cantik ini. Dari kiri Dra Hj Tina Asnawati Nur Alam, Ny Saleh Lasata, dan Ny Asrun (istri Walikota Kendari)

Tidak sulit menebak mengapa gubernur memukul dua kali. Angka 2 itu berarti, dua hari lagi pencoblosan pasangan nomor urut 2 untuk melanjutkan masa jabatan ke-2. Pasangan Nur Alam/Saleh Lasata kembali berduet untuk periode selanjutnya. Hari H Pilkada Sultra dijadwalkan hari Minggu tanggal 4 Oktober 2012.

Gubernur Nur Alam dan Wakil Gubernur Saleh Lasata sejak Jumat 2 November mulai ngantor lagi setelah menjalani cuti untuk kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sultra masa bakti 2013-2018. Pasangan Nomor 2 ini masih diunggulkan untuk memenangi pilkada tersebut. Hanya tiga pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Sultra 2012. Dua pasangan lainnya adalah Buhari Matta/Amirul Tamim (Nomor 1), dan Ridwan/Haerul Saleh (Nomor 3). Mereka adalah kepala daerah aktif dan mantan kepala daerah, kecuali Haerul (swasta).

Pusat perbelanjaan Lippo Plaza membuat Kendari makin berkilau. Bangunan pasar modern tersebut merupakan salah satu bukti tak terbantahkan tentang keberhasilan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Nur Alam/Saleh Lasata. Kepemimpinan mereka dipercaya dan menciptakan iklim berusaha yang sangat kondusif sehingga investor berminat melakukan investasi di sini.

Kehadiran sarana pasar modern Lippo Plaza Kendari justru memperluas akses pemasaran produksi pertanian penduduk Sultra. Sayuran seperti cabe merah, kacang panjang, dan kol produksi petani Konawe dan Konawe Selatan terpajang di hypermart Lippo Plaza, dan hal itu menggembirakan Gubernur Nur Alam dan CEO Lippo Grroup James Riady

Selama kurun waktu tersebut bermunculan proyek-proyek investasi berskala besar di berbagai sektor. Di Kota Kendari, misalnya, banyak hotel berbintang bermunculan. Kehadiran industri jasa tersebut (perhotelan), membuat pengusaha besar sekelas James Tjahaja Riady tidak keberatan datang dan menginap di ibu kota Provinsi Sultra. Jaringan bisnis Lippo Group telah merambah ke mancanegara — Singapura, AS, Hongkong, Cook Island, Australia. Riady tercatat sebagai salah satu penyandang dana kampanye Bill Clinton untuk menuju Gedung Putih pada awal tahun 1990-an.

Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga mengemukakan, pertimbangan Lippo merambah ke Sultra adalah untuk merespons keberhasilan kepemimpinan Nur Alam sebagai Gubernur Sultra. “Daerah ini telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Kami akan ikut mendorong dengan menyediakan peluang dan kemitraan serta kebutuhan masyarakat Sultra ”, ujar politisi senior di era Orde Baru ketika menyampaikan sambutan peresmian. Lippo Plaza Kendari saat ini menyerap kurang lebih 300 karyawan, dan sebagian besar adalah tenaga lokal.

Lokasi Lippo Plaza Kendari sebelumnya merupakan kawasan yang cenderung menampakkan suasana kumuh. Tanah Pemprov Sultra seluas kurang lebih 1.300 M2 mulai diserobot warga, kendati di situ berdiri bangunan pemerintah berupa kantor Markas Daerah Pramuka Sultra dan gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Tanah Pemda Sultra tersebut akan dipakai selama 30 tahun. Selama itu pihak Lippo Group membayar sekitar Rp 400 juta ke kas Pemprov Sultra, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Setelah 30 tahun, bangunan Lippo Plaza Kendari akan menjadi milik sepenuhnya Pemprov Sultra.

Nah, dengan hadirnya gedung Lippo Plaza maka daerah kumuh tadi menjadi bersinar dan berfungsi sebagai area publik yang menyuguhkan berbagai kebutuhan masyarakat. Seusai meresmikan Lippo Plaza Kendari, Gubernur Nur Alam menegaskan, dia secara pribadi tidak memiliki sedikit pun saham di perusahaan tersebut. “Kelak, bila saya pensiun dari gubernur, maka aset ini akan saya dedikasikan kepada rakyat Sultra”, ujarnya. ***

===============

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>