KONAWE HARUS LEBIH MAJU

OLEH YAMIN INDAS

Gubernur Nur Alam bersama Bupati Konawe Kerry Syaiful Konggoasa dalam suasana HUT Ke-56 Kabupaten Konawe di Unaaha, tanggal 3 Maret 2016. Foto Yain Indas

BUPATI Konawe Kerry Syaiful Konggoasa ikut membuat sejarah. Ia mengundang Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-56 Kabupaten Konawe (dahulu Kendari) di Unaaha, Kamis, 3 Maret 2016.

Selama ini, memang tercatat baru dua bupati di Sulawesi Tenggara yang pernah meminta Gubernur Sultra memimpin upacara peringatan hari ulang tahun (HUT). Sebelum Kerry, Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman telah mendaulat Gubernur Nur Alam menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Konawe Utara Ke-12.

Upacara peringatan di Unaaha, 70 km barat Kendari (ibu kota provinsi), dilaksanakan di halaman kantor Bupati Konawe, yaitu area khusus yang secara rutin digunakan baik untuk apel pagi setiap Senin maupun upacara peringatan hari-hari bersejarah. Gubernur naik ke mimbar upacara dalam pakaian dinas upacara khas kepala daerah, serba putih, dengan segenap atribut tanda-tanda penghargaan menempel di dada kirinya, serta selempang Mahaputra yang dikalungkan di leher.

Tepat pukul 09.00 Wita, sang Merah Putih merapat di puncak tiang. Tiga pelajar anggota Paskibraka kemudian memberi hormat kepada sang Merah Putih yang berkibar-kibar dengan megahnya di puncak tiang.

Ada insiden sebelum acara khidmat itu selesai. Sang Merah Putih tidak terbuka sekaligus saat hendak dikerek anggota Paskibraka. Gulungannya baru terbuka pelan-pelan setelah tali pengerek disentak-sentak. Para peserta upacara seperti menahan napas menyaksikan keadaan tersebut. Peserta upacara juga kurang banyak. Ada empat tenda besar di depan panggung kehormatan, kursinya tidak terisi penuh.

Setelah berbasa-basi memuji berbagai kemajuan yang dicapai Kabupaten Konawe, dalam sambutannya Gubernur Nur Alam mengkritik pelaksanaan upacara. Ia menilai, pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-56 Konawe tidak dipersiapkan secara baik. Tata cara pengibaran bendera oleh Paskibraka, kurangnya personel peserta upacara, dan sound system yang lemah adalah beberapa hal yang menjadi sasaran kritik Nur Alam. Ia dikenal sebagai seorang perfeksionis. Selalu mau sempurna.

Ia minta perhatian Sekretaris Daerah Konawe agar ke depan dapat melakukan persiapan lebih maksimal, baik untuk upacara peringatan hari ulang tahun maupun hari-hari bersejarah. Pengerahan peserta upacara disebutkan bukan pekerjaan sulit. “Saya kira, PNS di lingkup Pemkab Konawe saja sekitar 4.000 orang. Belum lurah dan para kepala desa,” ujar gubernur.
Gubernur berharap, Konawe lebih maju dari kabupaten lain. Konawe yang sebelumnya bernama Kendari adalah salah satu dari 4 kabupaten pilar pembentukan Provinsi Sultra. Tiga lainnya adalah Buton, Muna, dan Kolaka. Selain itu Konawe telah melahirkan 4 daerah otonom baru: Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Konawe Kepulauan (Wawonii).

Kabupaten Konawe memiliki sejarah yang panjang, dimulai sejak pemerintahan raja-raja atau mokole. Tetapi usia 56 tahun yang diperingati saat ini dihitung sejak pelantikan bupati pertama menyusul pembentukan Kabupaten Kendari tahun 1959. Bupati pertama adalah Drs Abdullah Silondae, dilantik tanggal 3 Maret 1960.

Pamongpraja lulusan Universitas Gajah Mada tersebut menjabat hingga tahun 1968. Setelah pemilu 1977, Abdullah Silondae terpilih sebagai Gubernur Sultra menggantikan Jenderal Eddy Sabara. Namun beliau keburu wafat sebelum masa jabatannya selesai.

Kendati wilayahnya telah dikavling-kavling dalam rangka pemekaran, Konawe masih memiliki potensi besar di bidang pertanian. Separuh dari produksi padi di Sultra berasl dari Konawe. Produksi padi di Konawe saat ini sekitar 150.000 ton setahun yang bersumber dari sentra-sentra persawahan beririgasi teknis dan pengairan desa.

Kabupaten berpenduduk 443.000 orang itu menghaslkan pendapatan asli daerah sekitar Rp 700 miliar sebagaimana ditargetkan rencana penerimaan tahun 2016. Sebagian di antaranya dikembalikan ke desa dan kelurahan. Bupati Kerry mengatakan, dana yang disalurkan ke desa sekitar Rp 1 miliar, yang bersumber dari APBD kurang lebih Rp 300 juta, dan dari APBN (dana desa) sekitar Rp 700 juta.

Foto: Gubernur Nur Alam dan Bupati Kerry Konggoasa dalam suasana peringatan HUT KE – 56 Kabupaten Konawe di Unaaha.
Suka
KomentariBagikan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>