VISI DERIK KAIMOEDDIN: JANGAN TIDUR SAAT KOTA DIGUYUR HUJAN

 OLEH YAMIN INDAS

 

Masyarakat menyumbang sekadarnya sesuai kemampuan untuk menyukseskan pencalonan Muhammad Zayat Kaimoeddin sebagai Walikota Kendari. Suasana ini terekam saat Derik sosialisasi di hotel Plaza Inn Kendari, Rabu 17 Februari 2016. Foto Yamin Indas

   KETIKA melakukan sosialisasi di hotel Plaza Inn Kendari, Muhammad  Zayat Kaimoedin alias Derik berbicara mengenai visi dan pengalamannya sebagai pejabat publik.  Penjabat Bupati Muna tersebut mengatakan, tindakan terobosan bagi kepala daerah adalah sebuah tuntutan. Tujuannya  untuk mengatasi persoalan masyarakat dengan cepat.

Derik lantas menyebut cara penanggulangan banjir  di Kota Raha sebagai contoh. Ketika baru tiba dari kunjungan kerja ke Muna Timur di daratan Pulau Buton, dia diberitahu peristiwa banjir  yang merendam perumahan penduduk, kendati hujannya siang tadi hanya berlangsung  kurang lebih setengah jam. Dia pun langsung ke lokasi bencana. Penyebab banjir tidak lain adalah akibat mampetnya   saluran air sehingga banjir meluap kemudian  menerjang pemukiman penduduk.

Kendati sudah menjelang magrib,   Pj Bupati Muna memerintahkan Kepala Dinas PU menyediakan alat berat dan segera diarahkan ke lokasi bencana. Malam itu juga sejumlah eksavator dioperasikan membuat saluran.  Derik mengawasi langsung pekerjaan tersebut hingga selesai malam itu juga.  Menurut dia,  ketika turun hujan lagi selama tiga jam, air sungai tak meluap lagi.

Alhasil, problem banjir yang selama ini mengusik ketenangan warga dapat diatasi hanya dalam hitungan jam. Persoalan semacam itu, kata Derik, harus   direspons dengan tindakan terobosan tanpa melalui prosedur birokrasi, seperti harus rapat resmi, menentukan siapa mengerjakan apa, soal dana, dan masih banyak lagi.

Perihal lain yang dikemukakan Pj Bupati Muna adalah soal pencetakan sawah di Labulu-bulu. Pemerintah pusat telah menyediakan dana bagi pembangunan persawahan di sana seluas 650 hektar. Namun, selama 6 tahun tak ada realisasi. Bahkan, proyek itu telah di-black list Kementerian Pertanian.

Derik (kedua dari kanan) saat sosialisasi di hotel Plaza Inn Kendari. Foto Yamin Indas

Derik segera menghadap Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Menteri pun langsung menjawab permintaan Derik, sambil tak lupa memuji mendiang ayahnya La Ode Kaimoeddin yang disebutnya sebagai pemimpin berintegritas, jujur, dan pekerja keras. Maka, kini air irigasi sudah mengalir menggenangi lahan persawahan penduduk. Dalam tahun ini Labulu-bulu diharapkan mulai memproduksi beras.

Saat Derik berbicara, suasana pertemuan hening. Namun, suaranya yang lantang memecah keheningan, kalimat-kalimat dan buah pikirannya mengalir lancar. Hadirin menyimak pandangannya dengan saksama.

Dia memang tidak disuruh menyampaikan visi misi sebagai kandidat walikota. Haji Abdul Kadir Ole sebagai pimpinan pertemuan  memintanya berbicara sebagai Bupati Muna di depan komunitas Muna di Kota Kendari.

Kesempatan itu pun baru diberikan menjelang usai pertemuan. Ia diminta duduk di meja pimpinan rapat di samping Kadir Ole. Sebelumnya Derik   duduk bersama warga peserta pertemuan di deretan kursi depan.

Pertemuan sosialisasi itu lebih banyak dimanfaatkan para tokoh dari semua kalangan. Mereka mengemukakan berbagai pandangan dan strategi untuk  memenangkan Derik dalam Pilwali.

Sebagai kader birokrat, Derik tak menyia-nyiakan forum sosialisasi tersebut. Derik ingin menunjukkan kepada publik (di pertemuan itu) bahwa ia bersungguh-sungguh akan bertanggung jawab dan berpihak kepada kepentingan rakyat jika kelak terpilih.

Ia mengatakan, sebagai kota yang terus berkembang pesat Kendari menghadapi aneka ragam masalah yang menuntut solusi lebih cepat bagi kesejahteraan warga kota. Setiap masalah harus direspons, harus didatangi dan diselesaikan secepatnya. Dengan demikian rakyat tidak akan didera masalah terlampau lama.

Fenomena alam seperti hujan, pada dasarnya adalah rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun sering juga menimbulkan bencana jika penataan lingkungan kota tidak sesuai dengan perencanaan yang baik. Derik pun mengaku,  sebagai walikota dia  tidak akan tidur bila hujan turun mengguyur Kota Kendari. Pada saat tersebut dia akan menyisir dan melihat keadaan warga kota.

Pernyataan-pernyataan tersebut memancing semangat peserta sosialisasi. Berulang kali ruang pertemuan bergetar oleh aplaus yang membahana.

Kegiatan sosialisasi Derik Kaimoeddin berlangsung di hotel Plaza Inn Kendari Rabu malam (17 Februari 2016). Paling sedikit 400 warga kota hadir dalam pertemuan itu, atau lebih besar dari 150 kursi yang semula disediakan panitia. Berulang kali ruang pertemuan bergetar oleh aplaus warga yang membahana menyambut dan mendukung pencalonan Derik.

Klimaks terjadi ketika menjelang usai pertemuan, salah seorang peserta dari generasi senior secara spontan menyumbang puluhan ribu rupiah untuk menyukseskan pencalonan putra mantan Gubernur  Sultra dua periode Drs H La Ode Muhammad Kaimoeddin. Prakarsa tersebut segera diikuti peserta pertemuan yang lain.

Spontanitas masyarakat tersebut adalah sebuah sikap  yang menegaskan dukungan mereka bersifat murni, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Hal itu sekaligus pula ingin mengungkapkan bahwa dukungan dana dan financial untuk Derik pada kontes Pilwali awal 2017 tidaklah sekuat kompetitornya. Sebab dia hanya seorang PNS dengan latar belakang keluarga dari PNS pula.

Haji Abdul Kadir Ole sebagai Ketua Panitia 9 (panitia penjaringan calon walikota dari komunitas Muna) maupun Ketua Kerukunan Masyarakat Muna Kendari La Ode Chalifah menegaskan, figur calon walikota yang diusung komunitas Muna hanya satu-satunya yaitu Drs Muhammad Zayat Kaimoeddin MSi alias Derik. Diharapkan tidak ada figur lain asal Muna yang maju meski hanya sebagai calon wakil walikota untuk berpasangan dengan calon kosong satu.

Pertemuan sosialisasi selanjutnya akan diadakan secara besar-besaran dengan acara tunggal Deklarasi Pencalonan Muhammad Zayat Kaimoeddin sebagai Walikota Kendari masa bakti 2017-2022. Tempat dan jadwalnya belum ditentukan. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>