HADO HASINA, PEJABAT KREATIF

 OLEH YAMIN INDAS

 

       

Ir Hado Hasina MT

HADO HASINA adalah pejabat provinsi yang kreatif. Dia membantu Bupati Wakatobi dan Bupati Kolaka membangun lapangan terbang. Intinya, Hado minta Kementerian Perhubungan agar memberikan izin membangun bandar udara (bandara) di  Matahora (Wakatobi) dan Tangketada (Kolaka). Soal dana, itu tanggung jawab pemda bersangkutan.

Usulan ini diterima dengan senang hati pejabat terkait di sana. Seandainya Hado meminta dana pembangunan bandara baru pasti ditolak karena Kementerian Perhubungan waktu itu sedang tidak merencanakan pembangunan lapangan terbang baru selain memaksimalkan penggunaan pelabuhan udara yang ada, seperti Bandara Betoambari Bau-Bau. Atau bandara perintis di Pomalaa milik PT Aneka Tambang di Kolaka.

        Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Hado juga menjadi orang kepercayaan Gubernur Ali Mazi tatkala gubernur tersebut membangun terminal baru di Bandara Wolter Robert Monginsidi (kini telah berganti nama menjadi Bandara Haluoleo). Secara financial perkiraan Hado waktu itu, terminal yang dibangun dengan dana  APBD Provinsi tersebut dapat menghasilkan penerimaan daerah sekitar Rp 5 miliar setahun.

        Namun, penerimaan telah mencapai sekiktar Rp 12 miliar sebelum Bandara Haluoleo diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah pusat, dalam hal ini BUMN lingkup Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura. Hado sendiri seandainya diminta pendapat, dia pasti tak akan setuju penyerahan itu karena provinsi harus kehilangan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Kendati diakui tak ada bandara di Indonesia yang pengusahaannya dikelola pemerintah daerah.

        Selama tujuh tahun terakhir ini Hado menghilang dari provinsi. Dia ditugaskan Gubernur Nur Alam memback-up pembangunan kabupaten baru, Buton Utara, dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Di sana dia membuat modifikasi aspal Buton yang disebutnya Butur Seal Asbuton. Modifikasi ini memanfaatkan batu kapur setempat sebagai unsur campuran butiran aspal alam yang kemudian dihampar dalam rangka perkerasan jalan di Buton Utara.

Jadi aspal minyak yang diimpor dan selama ini menyingkirkan aspal Buton, di Kabupaten Buton Utara justru tersisihkan. Kebijakan pembangunan jalan di sana memprioritaskan penggunaan modifikasi Butur Seal Asbuton, hasil kreasi Hado Hasina. Selain bisa menghemat anggaran sampai 30 persen, penggunaan Butur Seal Asbuton juga melibatkan tenaga lokal.

        Produk Butur Seal Asbuton diakui berkualitas bagus setelah diuji coba melalui laboratorium maupun  demonstrasi plot di lapangan, antara lain di Kota Kendari. Artinya, kreasi Hado tersebut telah melibatkan Litbang Kementerian PU dalam rangka legitimasi mutu sehingga hasil dan kualitasnya tidak diragukan.

Rumah knock down, buatan Hado Hasina di Pulau Bokori

        Dia tidak hanya berkutat di aspal Buton untuk mengoptimalkan penggunaan kekayaan alam tersebut. Tetapi Hado juga menciptakan mainan baru berupa pembuatan rumah papan dari kayu pilihan dengan harga terjangkau. Tipe rumah jadi (knock down) tersebut bersifat minimalis dan tetap model rumah panggung.

        Suatu ketika dia diajak Gubernur Nur Alam melihat Pulau Bokori, tak jauh dari perairan ambang masuk Teluk Kendari. Gubernur memang sedang sangat bersemangat membangun pulau itu menjadi salah satu tujuan wisata di Sultra. Maka, Hado pun tanpa pikir panjang langsung menyetujui permintaan gubernur untuk menempatkan beberapa unit rumah hasil kreasinya di pulau itu.

        Sekarang dia telah menempatkan 5 unit rumah di Pulau Bokori untuk difungsikan sebagai villa. Ketika ditanya apakah sudah dibayar harga rumah-rumah tersebut oleh Pemprov Sultra, Hado Hasina menyatakan, belum. Lho!   ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>