Apriliani Promosikan Resort Pulau Bokori

 

Oleh Yamin Indas

      

Apriliani Puspitawati, Duta Pariwisata Sultra. Foto Yamin Indas

  CANTIK dan cerdas. Kelebihan sebagai anugrah dari Allah Swt tersebut ada pada diri Apriliani Puspitawati. Dia gadis kelahiran kota lulo, Kendari, 26 tahun silam. Ketika ditanya apa yang perlu dilakukan untuk memajukan pariwisata Sulawesi Tenggara, secara spontan dia menjawab:  “Promosi. Kegiatan promosi dilakukan melalui internet, lebih murah dan luas jangkauannya”. Spontan pula saya menimpali: “Cerdas kamu”.

        Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tenggara Zainal Koedoes menyambar dari arah lain: “Dia memang cerdas, Pak. Dia saat ini menyandang gelar Putri Intelegensia Indonesia Tahun 2015”.

        Kamis menjelang siang (5 November 2015) terasa Matahari sedang bersinar terik.  Untuk menghilangkan kejenuhan, saya main ke kantor sahabat saya tadi: La Ode Zainal Koedoes (maaf, beliau sendiri tak suka memakai gelar bangsawan itu). Di era mendiang Drs Haji Muhammad La Ode Kaimoeddin sebagai Gubernur Sultra dua periode, kami sering jalan bareng. Zainal pemain band pemda waktu itu selain berstatus sebagai salah seorang pejabat eselon III di Biro Kepegawaian.

        Sebelum masuk birokrasi dia berprofesi guru musik di Jakarta bersama Ully Sigar Rusady, kakak artis kesohor Paramitha Rusady. Saya pernah minta dia bagi ilmu musiknya itu dengan mengajari saya bermain gitar klasik. Tentu harus star sebagai pemula karena bermain gitar versi anak-anak deker saja, jreng-jreng-jreng  saya belum mahir. Dia mengiyakan. Tapi sampai dia menduduki jabatan tinggi (eselon II-A) saat ini pembelajaran belum dimulai. Saya pun memaklumi, dan menganggap komitmen itu bagian dari keakraban kami.

        Obrolan kami sering terputus oleh kunjungan tamu lain. Di antara tamu itu ialah Putri Intelegensia Indonesia tadi. Gadis ini sering terlihat di acara-acara seremoni pemda dengan selempang bersilang di dadanya tertulis Putri Pariwisata (yang sempat terbaca). Pikirannya saya, dia Putri Pariwisata Tingkat Provinsi Sultra.

        Nanti di kantor Pak Zainal lah saya dapat mengenal lebih dekat gadis Kendari tersebut. Apalagi tuan rumah memperkenalkankannya secara bertubi-tubi dengan aksentuasi yang ingin meyakinkan eksistensi Apriliani. Diperlakukan begitu, Putri Intelegensia Indonesia ini agak tersipu. Wajahnya kemerahan tapi bukan karena “insiden” ini melainkan akibat sengatan Matahari yang terik di siang itu.

Apriliani Puspitawati, Putri Intelegensia Indonesia Tahun 2015. Foto Yamin Indas

        Dia lahir di Kendari tanggal 10 April 1989 sebagai anak ketiga dari pasangan Tjipto Rahardjo – Siti Hartini. Nama lengkapnya Apriliani Puspitawati. Setelah tamat dari SMA Kartika VII-2 Kendari, Apriliani melanjutkan studinya ke Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar dan meraih gelar Sarjana Ilmu Komputer (SI Kom) tahun 2013. Tahun 2014 terpilih sebagai Putri Indonesia Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, lalu tanggal 20 Februari 2015 di ajang kontes tingkat nasional Jakarta Apriliani terpilih sebagai Putri Intelegensia Indonesia. Predikat Duta Pariwisata Sulawesi Tenggara yang disandangnya saat ini merupakan panggilan tanggung jawab dan dedikasi Aprilani untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah Sultra.

        Kedua kakaknya, Wahyu Putra Kurniawan dan Tri Anita Utami juga mengabdi untuk Sultra. Wahyu adalah anggota Polri yang bertugas di Polda Sultra, sedangkan Tri bekerja sebagai guru di SD No 1 Baruga, Kendari. Tri Anita Utami bergelar S-1 FKIP Universitas Haluoleo. Kedua orangtua mereka memang merantau ke Kendari dan menekuni dunia usaha agribisnis. Namun, ayahanda mereka Tjipto Rahardjo telah keburu wafat.

Pantai eksotik Pulau Bokori. Foto Yamin Indas

  Apriliani terkesan sangat concern dengan gelar yang disandangnya, Duta Pariwisata Sultra. Ia mengatakan, potensi pariwisata di Sultra sangat besar, baik obyeknya maupun daya tariknya. Selain pemandangan alam yang memukau juga ada potensi budaya  dan sejarah, serta obyek wisata khusus seperti menyelam (diving), memanjat tebing, dan menelusuri goa.

        Untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi sumber ekonomi nyata bagi rakyat dan daerah Sultra, menurut Apriliani, pembangunan dan penyediaan infrastruktur adalah keniscayaan. Sejalan dengan itu kegiatan promosi harus diintensifkan.

        Ia berpandangan, untuk mempertajam dan memperluas jangkauan promosi pariwisata, media massa adalah sarana yang tepat dan lebih efektif. Promosi melalui media internet, misalnya, jauh lebih mudah, murah, lebih cepat, dan jangkauannya lebih luas. Para turis dari berbagai belahan dunia lebih memilih mencari informasi tentang obyek atau tujuan wisata melalui jaringan internet. “Oleh karena itu promosi melalui internet harus kencang mulai sekarang,” katanya.

        Sebagai Duta Pariwisata Sultra, Apriliani dengan spontan menyebut Pulau Bokori saat ditanya obyek wisata paling menarik di Sulawesi Tenggara.  Menurut dia, pulau mungil di depan Kota Kendari itu menyajikan panorama alam berupa laut dan pantai berpasir putih yang indah. “Suasana refreshing akan benar-benar dinikmati bila kita berkunjung ke pulau itu,” kata mahasiswa S-2 Universitas Trisakti Jakarta itu berpromosi. ***

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>