Kehangatan Rakyat-TNI di Bandara Haluoleo

Oleh Yamin Indas

       

Komandan Pangkalan Udara Wolter Mongisidi Letkol (Pnb) Rizaldi Efranza berpose bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam di depan salah satu pesawat tempur taktis yang tiba di Bandara Haluoleo dalam rangka operasi patroli udara Skadron Udara 1 di wilayah timur. Foto Yamin Indas

RAKYAT dan Tentara Nasional Indonesia tidak bisa dipisahkan. Hubungan keduanya selalu hangat dan padu. Perihal itu terlihat selama kunjungan Skadron Udara 1 TNI-AU di Bandara Haluoleo, Kendari (21-22 September 2015). Warga masyarakat setempat,  termasuk para pelajar SLTP dan SLTA berfoto ria dengan para penerbang dan pesawat tempur yang diparkir di  Bandara Haluoleo. Bandara Haluoleo juga berfungsi sebagai salah satu Pangkalan TNI-AU di jajaran Komando Operasi Angkatan Udara II yang bermarkas di Makassar. Adapun Skadron Udara 1 bermarkas di Lapangan Udara Supadio, Pontianak (Kalimantan Barat). Skadron ini berada di jajaran Komando Operasi Angkatan Udara I yang bermarkas di Halim Perdanakusumah,  Jakarta.

Kunjungan Skadron Udara 1 ke Kendari dilakukan dalam rangka operasi patroli udara dan elang jelajah, yakni bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Operasi ini melibatkan 5 pesawat tempur taktis jenis Hawk  100/200,  dan dua pesawat angkut Hercules. Total pasukan dalam operasi ini 86 personel.

        Operasi ini dipimpin Komandan Skadron Udara 1 Letkol (Pnb) Bagus Haryadi. Dia angkatan tahun 1998 dari AKABRI (kini Akademi TNI),  atau setingkat lebih muda dari Komandan Pangkalan Udara Wolter Mongisidi saat ini, Letkol (Pnb) Rizaldy Efranza. Rizaldy yang ramah dan cepat akrab dengan warga masyarakat Sulawesi Tenggara adalah tamatan AKABRI tahun 1997.

        Sebelum mendarat di Bandara Haluoleo sekitar pukul 16.30 Wita, ke-5 pesawat tempur tadi melakukan atraksi dan konfigurasi penerbangan di langit Kota Kendari dan kawasan Pangkalan Udara Wolter Mongisidi (WMI). Atraksi dan konfigurasi tersebut membuat warga mempercepat langkahnya ke landasan tempat pesawat tempur itu kemudian diparkir. Mereka mengerubungi pesawat-pesawat tersebut, bahkan para pelajar saling rebutan naik memegang kemudi dan berfoto selfi. Suasana ria bersama prajurit TNI-AU tersebut berlanjut Selasa pagi hingga detik-detik terakhir keberangkatan pasukan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Komandan Skadron Udara 1 Letkol (Pnb) Bagus Haryadi dan Gubernur Sultra Nur Alam di tengah pesawat tempur Skadron Udara 1 yang berpangakalan di Lanud Supadio, Pontianak. Foto Yamin Indas

        Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam saat menyambut  di Bandara Haluoleo menyatakan rasa gembira dan mengapresiasi kunjungan Skadron Udara 1 tersebut. Ia berharap, pelaksanaan operasi patroli udara bukan saja untuk mengontrol keamanan wilayah tetapi juga dapat memotivasi masyarakat, khususnya putra-putri di daerah ini untuk menjadi penerbang di TNI-AU.

        Gubernur juga menyatakan rasa bangga melihat kemampuan para penerbang melakukan manuver dan atraksi udara dengan pesawat supersonik buatan Inggris tahun 1999 itu. “Namun, hati kita juga bergejolak, tegang selama  kalian melakukan pekerjaan sangat berbahaya itu”, ujar Nur Alam. Setiap pesawat tempur taktis diawaki seorang penerbang. Gubernur agak sulit membayangkan jika ia terbang seorang diri di angkasa yang maha luas itu. “Kita naik sepeda motor saja seorang diri dengan menempuh jarak jauh, pasti muncuk rasa ngeri”, ujarnya.

Lima penerbang pesawat tempur taktis saat di ruangan VIP Bandara Haluoleo Kendari. Bersama Dan Skadron Udara 1 Letkol (Pnb) Bagus Haryadi, mereka diterima Gubernur Sultra Nur Alam para pejabat lainnya. Foto Yamin Indas

Seperti halnya para penerbang pesawat tempur, Komandan Skadron Udara 1 Letkol (Pnb) Bagus Haryadi, dan Komandan Pangkalan WMI Letkol (Pnb) Rizaldy  Efranza, Gubernur Nur Alam didaulat warga dan pelajar untuk foto bersama dengan latar belakang pesawat tempur. Permintaan foto bersama lebih meningkat setelah Nur Alam menggunakan pakaian penerbang lengkap dengan baret TNI-AU.

     Tidak terkecuali para anggota DPRD Sultra dan aparat Pemda. Sebelum gubernur meninggalkan ruang sidang DPRD Sultra, mereka  rebutan minta foto bersama dengan gubernur yang masih menggunakan kostum penerbang. Tanpa sempat mengganti seragam tersebut, Gubernur Nur Alam memang langsung ke gedung DPRD Sultra membahas APBD Perubahan, setelah melepas Skadron Udara 1 di Bandara Haluoleo.***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>