Merangkai Silaturrahim di Hotel Luwansa

 Oleh Yamin Indas

       

Suasana pertemuan di hotel Luwansa, Jakarta Selatan. Mantan Walikota Bau-Bau dua periode Amirul Tamim dan mantan Bupati Muna dua periode Ridwan mengembangkan senyum saat dibidik kamera. Di sebelah kiri Ridwan berturut-turut adalah Ny Asnawati Hasan, Gubernur Nur Alam, Umar Arsal (tak nampak) dan Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh.Foto.  Yamin Indas

KESEJUKAN muncul dari kebersamaan. Presiden Jokowi yang tengah terjebak problem dilematis konflik KPK-Polri masih mampu menciptakan suasana kesejukan. Dia melakukan road show ke tokoh-tokoh politik paling berpengaruh. Di antaranya  melakukan pertemuan silaturrahim dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Presiden BJ Habibie. Juga pertemuan dengan beberapa tokoh Islam seperti Syafii Maarif dan Din Syamsuddin. Tokoh-tokoh lain dirangkul melalui Tim Sembilan (terkait soal Kapolri baru).

        Bukan hanya itu. Jokowi kemudian melakukan pula pertemuan dengan pimpinan lembaga negara DPR dan DPD yang secara formal merepresentasi rakyat Indonesia. Bagi Presiden, serangkaian pertemuan tersebut sudah pasti memiliki nilai investasi dukungan politik, agar ia terus merealisasikan program-program Nawa Cita sebagaimana dijanjikan saat kampanye.

Kesejukan juga terasa di tingkat lokal. Para pemimpin di Sulawesi Tenggara menjalin kebersamaan melalui pertemuan silaturrahim di LS Luwansa, salah satu hotel mewah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, akhir bulan Januari 2015. Di salah satu ruang pertemuan hotel tersebut mereka tidak bersantai sambil ngopi tetapi membahas program-program prioritas pembangunan daerah Sulawesi Tenggara tahun 2015.

Para pemimpin lokal tersebut terdiri dari atas Gubernur Nur Alam, para wakil rakyat Sulawesi Tenggara di Senayan, dan para bupati/walikota se-Sulawesi Tenggara, kecuali Bupati Konawe Selatan Imran dan Bupati Konawe Kerry Konggoasa.  Pertemuan dipimpin Gubernur Nur Alam. Adapun anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara adalah Umar Arsal (Partai Demokrat), Amirul Tamim (PPP), Ridwan (Golkar), dan Ny Asnawati Hasan (PAN). Haerul Saleh (Gerindra) tidak kelihatan. Sulawesi Tenggara (Sultra) memang cuma kebagian jatah wakilnya di DPR sejumlah lima orang.

 Para peserta pertemuan tampil dengan pakaian biasa (kasual). Gubernur Nur Alam kemudian menjelaskan maksud pertemuan informal itu. “Kami merangkai silaturrahim dan membangun komitmen untuk pembangunan Sultra”, katanya. Ia menambahkan, di forum ini  diserap aspirasi kabupaten dan kota, yang disinkronkan dengan program-program pemerintah prpvinsi. Aspirasi dan program tersebut kemudian diserap para wakil Sultra di Senayan untuk diperjuangkan melalui komisi masing-masing.

Prakarsa Ridwan

        NAMUN demikian, mantan Bupati Muna dua periode Ridwan minta agar para kepala daerah juga tetap mengajukan program-program prioritasnya melalui jalur dan mekanisme seperti biasanya, dan selanjutnya menyasar kementerian terkait. Konon, pertemuan informal tersebut digagas Ridwan, kemudian dikembangkan Gubernur Nur Alam dengan menghadirkan semua bupati dan walikota.

        Prakarsa tersebut patut diapresiasi. Sebab selama era reformasi hubungan para wakil rakyat Sultra di DPR dengan para kepala daerah, termasuk gubernur, tidak terbangun dengan baik. Eforia demokrasi membuat anggota DPR tersekat oleh kepentingan partai masing-masing. Sebab masing-masing anggota Dewan tidak atau belum tentu satu partai dengan bupati, walikota, atau gubernur. Dengan demikian, hubungan formal di antara para pemimpin itu sulit dibangun secara permanen.

            Padahal, niat dan komitmen mereka sama, yaitu memperjuangkan dan melaksanakan amanat rakyat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Niat dan komitmen yang sama tersebut harus dibangun menjadi sebuah ideologi yang mempersatukan para pemimpin daerah dari beragam partai politik itu. Maka, pertemuan informal di hotel Luwansa adalah sebuah upaya untuk membangun ideologi tersebut. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>