Presiden Jokowi Tertarik Mimpi Besar Nur Alam

Oleh Yamin Indas

Presiden ikut menyanyikan lagu kebangsaan sebelum membuka Munas XII Tahun 2014 Kagama di Kendari, Kamis 6 November 2014. Dia diapit Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Dra Hj Tina Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tenggara, Walikota Kendari Dr H Asrun M Eng  (kanan) dan Ketua Umum Kagfama 2009-2014 Sultan Hamengkubuono X dan Rektor UGM Pratikno yang juga Menteri/Sekretaris Negara Kabinet Kerja. Foto Yamin Indas

JOKO WIDODO pas betul dengan julukannya: Presiden Rakyat. Dia dielu-elukan rakyat di sepanjang jalan dari Bandara Haluoleo hingga tiba di Phinisi Ballroom Grand Clarion Hotel Kendari, arena Munas XII Tahun 2014 Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) yang akan dibuka Presiden Jokowi.

       Perut pesawat kepresidenan Republik Indonesia menyentuh  pertama kali landasan Bandara Haluoleo sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis tanggal 6 November 2014. Ini melenceng hampir dua jam dari jadwal 14.20 Wita. Mulai dari bandara saat suasana masih diwarnai kegiatan ritual penyambutan secara adat, Jokowi yang disertai Ibu Negara Iriana  dikerubut warga masyarakat untuk bersalaman dan  menumpahkan rasa gembira bercampur haru karena figur  dukungan mereka ini telah menjadi presiden.

       Dari Bandara Haluoleo ke Pelabuhan Samudera Perikanan di bilangan Andonohu dan selanjutnya ke titik utama di arena  Munas Kagama, kerumunan warga tak putus-putusnya ingin bersalaman atau sekadar melihat dari dekat sosok Jokowi.

       Suasana di hotel Clarion lebih heboh. Warga yang berbaur dengan peserta dan Panitia Munas Kagama, menyambut Sang Presiden dengan teriakan histeris. Para petugas Paspampres maupun aparat pengamanan lainnya terlihat agak kelabakan. Tak kurang Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayor Jenderal Bachtiar  ikut  menghentikan pergerakan warga yang merangsek, nyaris tak memberi ruang agar Presiden bersama rombongan  bisa lewat. Pemandangan serupa terulang saat Jokowi meninggalkan ruang phinisi.

       Ini ungkapan dramatis Gubernur Nur Alam saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada Presiden dan Ibu Negara Iriana. Dia mengatakan ada dua fenomena alam  yang menandai kedatangan Presiden Jokowi di bumi Sulawesi Tenggara.  Pertama, beberapa jam menjelang kedatangan Bapak Presiden, bumi Sulawesi Tenggara diguyur hujan. Ini hujan pertama di daerah ini setelah beberapa bulan berlangsung musim kemarau. Fenomena kedua, warga masyarakat Sulawesi Tenggara tumpah ke sepanjang jalan yang akan dilalui Bapak Presiden. Ini tidak biasa. Sebab masyarakat kami dikenal cuek terhadap kedatangan atau kehadiran pejabat tinggi dari Jakarta.

       Gubernur Nur Alam juga menyebut kunjungan kerja Jokowi ke Sulawesi Tenggara 17 hari setelah dilantik menjadi Presiden ke-7 RI, merupakan hadiah politik baginya. “Ini bonus politik buat saya”, ujarnya seraya menegaskan dia akan patuh dan loyal terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Pernyataan Nur Alam disambut aplaus membahana dari sekitar 500 peserta  munas dan undangan lainnya yang memadati Phinisi Ballroom Grand Clarion.

Dalam kesepakatan dengan pihak Istana, gubernur sebenarnya hanya diberi waktu sangat singkat  untuk sekadar menyampaikan sambutan selamat datang. Namun, Nur Alam agaknya tidak ingin kehilangan peluang. Disertai gambar di layar in-focus dia memaparkan perkembangan terkini daerah Sulawesi Tenggara di berbagai bidang, lalu menukik ke persoalan-persoalan aktual seperti konsep-konsep percepatan pembangunan daerah yang telah diajukan ke pemerintahan sebelumnya.

       Proposal tersebut antara lain rencana pembangunan pusat-pusat industri mineral nikel, aspal alam Buton, deposit emas, industri pengolahan rumput laut, jambu mete, dan kakao (cokelat). Inti proposal adalah pembentukan badan otorita yang diberi kewenangan luas dalam rangka pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan industri pertambangan dan pertanian tersebut. Namun, usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara itu tak ditindaklanjuti rezim SBY, meski pada awalnya disambut serius.

       Pengajuan konsep berangkat dari optimisme Gubernur Nur Alam bahwa kekayaan alam yang melimpah di Sulawesi Tenggara, jika dikelola dengan baik akan menjadikan Indonesia kaya raya, bebas dari utang dan kemiskinan. Sebab APBN kita bukan hanya akan sekadar gendut tetapi bakal tumpah ruah.

Di hadapan Presiden Jokowi, Gubernur Nur Alam kembali memaparkan bahwa  nilai potensi  nikel, aspal, dan emas saja diperkirakan mencapai Rp 303.000 trilyun. Angka spektakuler ini berasal dari potensi nikel 97,4 miliar ton dengan nilai Rp 23.000 trilyun, aspal 3,8 miliar ton (Rp 1.841 trilyun), dan deposit emas 1,125 juta ton (Rp 277.000 trilyun). Nilai tersebut dihitung dengan harga terendah.

Kecuali itu Nur Alam juga mengungkapkan rencana pembangunan megaproyek seperti jembatan layang  di atas Teluk Kendari, jembatan Baruta  yang menghubungkan Pulau Buton dan Pulau Muna, serta revitalisasi Teluk Kendari sendiri sebagai landmark Kota Kendari.  Megaproyek tersebut secara bertahap telah mulai diproses karena telah mendapatkan green light dari kementerian terkait di tingkat pusat.

Presiden Jokowi justru menyambut hangat gagasan-gagasan kreatif Nur Alam. Ia menyebut sambutan selamat datang sebagai pemaparan Gubernur Sulawesi Tenggara. “Saya senang gubernur (Nur Alam) memiliki mimpi besar. Bangsa kita memang bangsa yang besar, jadi harus memiliki mimpi besar agar bisa meraih kemajuan”, kata Presiden saat membuka Munas XII Kagama.

Pada kesempatan itu Presiden mengungapkan konsep poros maritim dan tol laut yang digagasnya dan menjadi materi kampanye pilpres lalu, menarik perhatian para pemimpin negara-negara besar.  Presiden Obama mengirim Menlunya untuk menanyakan soal poros maritim dan tol laut, termasuk Rusia,  Tiongkok, dan Jepang. Di pertemuan APEC (Asia Pasific Economig Cooperation)  8-12 November 2014, para kepala negara adidaya itu telah “mendaftar” untuk bertemu Presiden Jokowi. “Ini apa artinya? Mereka telah grogi duluan,” jawabnya sendiri yang disambut tepukan membahana dari hadirin.

Mimpi-mimpi besar yang tadi diutarakan Gubernur Nur Alam ternyata bukan hujan yang jatuh ke pasir.  Kata berjawab gayung bersambut. Pada menit-menit terakhir sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Presiden memanggil beberapa menteri terkait program yang disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara. Di ruang VIP Bandara Haluoleo dan di hadapan Gubernur Nur Alam, dia memerintahkan kepada menteri terkait seperti Menteri Pekerjaan dan Menteri Pertanian untuk memback-up dan menindaklanjuti program-program pemangunan di Sulawesi Tenggara.

“Minggu depan dan minggu depannya lagi akan berdatangan sejumlah menteri untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden Jokowi di Sulawesi Tenggara;” kata Nur Alam seusai mengantar Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke tangga pesawat Air Force One, meminjam nama pesawat kepresidenan Amerika Serikat. Tepat pukul 21.30 Wita, dari pintu pesawat Presiden Ny Jokowi melambaikan tangan selamat berpisah kepada Gubernur dan Ny Tina Nur Alam serta para pengantar lainnya. ***

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>